BANGKA BARAT — Polisi akhirnya memusnahkan granat tangan yang ditemukan warga di pesisir pantai Kelurahan Tanjung. Pemusnahan dilaksanakan di Lapangan Tembak Mapolres Bangka Barat, Kamis ( 11/12 ).
Suara dentuman keras terdengar menggelegar mengguncang Lapangan Tembak Polres Bangka Barat, saat granat tersebut diledakkan.
Proses pemusnahan dilakukan oleh Polres Bangka Barat bersama Tim Jibom Gegana Brimobda Kepulauan Bangka Belitung melalui metode Peledakan Terkendali (Explosive Ordnance Disposal / EOD).
“Walaupun granat tersebut merupakan peninggalan sejarah, daya ledaknya terbukti masih aktif dan cukup kuat,” ujar Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha.
Begitu pemicu ledakan diaktifkan, dentuman keras terdengar menggelegar. Getaran ledakan terasa di sekeliling lapangan tembak, sementara percikan serpihan granat tua melesat di area yang telah diamankan.
Prosedur pengamanan ketat memastikan seluruh personel tetap aman selama kegiatan.
Berdasarkan identifikasi Tim Jibom, granat tersebut dipastikan granat tangan tua jenis nanas, sementara diperkirakan buatan Britania Inggris tahun 1920.
Menurut Pradana ledakan yang dihasilkan menunjukkan bahwa granat tua tersebut masih memiliki potensi bahaya tinggi jika tidak ditangani dengan prosedur profesional.
Seluruh serpihan hasil peledakan kemudian dikumpulkan dan diamankan ke Mako Sat Brimob Polda Kepulauan Babel untuk pemeriksaan lanjutan sesuai SOP penanganan bahan peledak.
Pradana menegaskan, pemusnahan dilakukan demi keselamatan masyarakat dan personel Polres. “
“Ledakan tadi terdengar sangat keras dan membuktikan granat ini masih aktif. Pemusnahan di Lapangan Tembak Polres dilakukan dengan prosedur keamanan maksimal untuk menjamin keselamatan semua pihak,”terangnya.
Dengan tindakan ini, Polres Bangka Barat memastikan potensi ancaman dari granat bersejarah telah sepenuhnya dihilangkan, dan situasi di wilayah Tanjung tetap aman serta terkendali. ( Red )
Ledakan Granat Guncang Mapolres Bangka Barat





























