BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat akan menangani masalah banjir di Kecamatan Parittiga dan Mentok secara komprehensif.
Menurut Bupati Bangka Barat Markus pemerintah daerah tidak ingin hanya sekadar hadir saat banjir terjadi saja tapi tidak memberikan solusi jangka panjang.
Markus mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal penanganan banjir kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan nilai anggaran kurang lebih mencapai Rp300 miliar. Usulan tersebut disusun dalam bentuk konsep penanganan menyeluruh.
“Kita sudah mengajukan ke Bappenas untuk penanganan banjir di Mentok dan Parittiga. Itu anggarannya cukup besar,” ujar Markus usai menyambut kunjungan kerja Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi ke Makodim 0431/Bangka Barat, Kamis (11/12/2025).
Penanganan banjir menurut dia harus berorientasi pada penyelesaian masalah, bukan sekadar kegiatan seremonial atau pencitraan saat bencana terjadi.
“Penanganan banjir ini harus kita fokuskan. Kalau kita hanya datang dan menyerahkan bantuan itu kan tidak saya anggap menyelesaikan masalah,” katanya.
“Tidak perlu lah kita pencitraan. Kita sudah ke Jakarta dan menyusun konsep itu ada kurang lebih Rp300 miliar. Andai itu bisa terealisasikan, kita harap bisa menangani banjir di Mentok dan Parittiga,”sambungnya.
Untuk tahapan teknis, Markus menjelaskan, dinas terkait akan menyusun kajian dan studi pendukung mulai tahun depan.
Dokumen teknis ini diperlukan untuk mendukung rencana besar tersebut agar dapat segera dieksekusi jika anggaran pusat disetujui.
“Secara teknis nanti ada di pihak dinas terkait. Tahun depan kita sudah minta dinas membuat kajian dan studinya untuk persiapan penanganan banjir,”sebut dia.
Menurutnya karakter banjir di Kecamatan Mentok dan Parittiga memiliki perbedaan. Di Mentok, banjir sebagian besar dipicu oleh fenomena rob atau air laut pasang. Sementara di Parittiga, masalah utamanya adalah aliran air yang tidak memiliki jalur pembuangan yang jelas.
“Kalau di Mentok ini kan banjirnya rob atau air laut pasang, agak sedikit berbeda dengan Parittiga. Kalau di sana penampungan air yang kita lihat. Kalau itu banjir, airnya itu tidak tahu kemana, itu yang kami pikirkan. Kalau disetujui pusat kita membuat embung,”jelasnya.
Pemerintah daerah berharap usulan yang diajukan dapat disetujui pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur pengendali banjir bisa segera dimulai dan memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat di Mentok dan Parittiga. ( Red )
Markus Ingin Tangani Banjir di Mentok dan Parittiga Secara Komprehensif, Tidak Perlu Pencitraan





























