Kejaksaan Negeri Babar Sidak Stok Obat di RSUD Sejiran Setason

Muntok — Kepala Seksi Intelijen, Mario Nicolas, S.H., bersama Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Barat, M. Syaran Jafizhan, S.H, M.H., melakukan inspeksi mendadak dan pengecekan ketersediaan obat dan oksigen di RSUD Sejiran Setason, Kamis ( 29/7 ).

Beberapa apotek yang ada di Kecamatan Muntok juga ikut menjadi sasaran sidak Kejari Bangka Barat.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne, S.H., M.H., sidak dilakukan sesuai perintah Jaksa Agung bahwa Kejaksaan juga turut serta mengamankan, menjaga ketersediaan dan kestabilan harga obat, alat kesehatan dan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

” Pelaksanaan sidak ini dilakukan selain untuk menjamin keterjangkauan harga obat dalam masa pandemi Covid-19, sebagai upaya memenuhi akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat juga untuk mengetahui ketersediaan obat Covid-19 yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Helena.

Dia melanjutkan, berdasarkan SK Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/4826/2021 Tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19, terdapat 11 jenis obat yang menjadi rekomendasi penanganan Covid – 19. Obat – obatan itu tidak bisa dibeli tanpa resep dokter.

Kesebelas obat – obatan yang dimaksud yaitu, Favipiravir 200 mg (tablet), Remdesivir 100 mg (injeksi), Oseltamivir 75 mg (kapsul), Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml (infus), Ivermectin 12 mg (tablet), Tocilizumab 400 mg/20 ml (infus), Tocilizumab 80 mg/4 ml (infus), Azithromycin 500 mg (tablet) dan Azithromycin 500 mg (infus).

Helena berharap dengan tercukupinya ketersediaan obat – obatan dan oksigen menjadi salah satu upaya dalam rangka mendukung penuh kebijakan pemerintah menanggulangi Covid – 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terutama di Kabupaten Bangka Barat yang sedang menjalani PPKM level 4.

” Kita mengimbau kepada pihak yang berkepentingan dan pihak terkait seperti penjual obat dan apotek tidak melakukan penimbunan obat-obatan dan oksigen tersebut, dan tidak mengambil kesempatan untuk mencari keuntungan yang tidak wajar, terutama saat pandemi sekarang ini, mengingat barang – barang tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi pasien Covid – 19,” kata Helena.

Selain itu, Kajari berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangka Barat agar senantiasa mempedomani dan mentaati Instruksi Mendagri Nomor 25 Tahun 2021 sebagai dasar penerapan PPKM level 4.

” Inmendagri tersebut merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam hal percepatan penanganan Covid – 19 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid -19, dan tetap menjaga kesehatan serta tetap mengutamakan protokol kesehatan dimana pun berada,” himbau Helena. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: