Jumlah ODR di Bangka Barat Lewati Angka 1000

Muntok — Selain update jumlah Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) dan Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ), Juru Bicara Covid – 19 Kabupaten Bangka Barat, dr. Hendra juga menyampaikan jumlah Orang Dalam Resiko ( ODR ) dalam Konferensi Pers di OR II Sekretariat Daerah Bangka Barat, Jum’at ( 17/4/2020 ) sore.

Menurut dr. Hendra, jumlah total
ODR per 17 April 2020 sebanyak 1.701 orang.

Dari angka tersebut, ia memaparkan rincian jumlah ODR yang tersebar di kecamatan dan desa di wilayah Bangka Barat. Jumlah total ODR yang tercatat di Puskesmas Muntok sebanyak 394 orang. Selesai masa inkubasi sebanyak 283 dan isolasi mandiri sebanyak 111 orang.

” Puskesmas Desa Kundi, jumlah total ODR 102 orang, selesai masa inkubasi 85 orang dan isolasi mandiri 17 orang,” ungkapnya.

Di Puskesmas Kecamatan Simpang Teritip, jumlah total ODR sebanyak 89 orang, selesai masa inkubasi 75 orang dan isolasi mandiri 14 orang.

Puskesmas Kecamatan Jebus, jumlah total ODR 159 orang, selesai masa inkubasi 150 orang, isolasi mandiri 9 orang. Puskesmas Desa Puput, total ODR 247 orang, selesai masa inkubasi 201 orang, isolasi mandiri 46 orang.

Puskesmas Desa Sekar Biru, total ODR 116 orang, selesai masa inkubasi 132 orang, isolasi mandiri 34 orang. Puskesmas Kecamatan Kelapa, total ODR 350 orang, selesai masa inkubasi 281 orang, isolasi mandiri 69 orang.

Puskesmas Kecamatan Tempilang, total ODR 194 orang, selesai masa inkubasi 142 orang, isolasi mandiri 52 orang.

” Jumlah total ODR Kabupaten Bangka Barat yang masih harus diisolasi mandiri sebanyak 352 orang,” sebut dr. Hendra.

Selain itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat ini menambahkan, untuk lima ODP yang masih dalam pemantauan, semuanya telah menjalani rapid test dengan hasil non-reaktif.

” Untuk inisial SL ( Muntok ), itu sudah dua kali rapid test dan dua – dua hasilnya non-reaktif. Untuk inisial LB dari Jebus, sudah satu kali rapid test, hasilnya non reaktif. Inisial KC dari Muntok, dua kali rapid test dan dua – duanya non-reaktif. MH dari Tempilang, satu kali rapid test hasilnya non-reaktif. AW dari Muntok, satu kali hasilnya non-reaktif,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: