BANGKA BARAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Bangka Barat menggelar pelatihan kader Posyandu Bencana, di Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat di Kecamatan Mentok, Sabtu ( 14/2/2026 ).
Pelatihan ini diikuti kurang lebih 144 peserta, terdiri dari sejumlah kader Posyandu dari desa dan kelurahan serta kecamatan di Kabupaten Bangka Barat.
Narasumber yang dihadirkan ada antara lain dari Tim Reaksi Cepat ( TRC ) BPBD dan tim pembina Posyandu Kabupaten Bangka Barat.
Tujuan kegiatan di antaranya, meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang jenis-jenis bencana, risiko kesehatan akibat bencana serta prinsip dasar penanggulangan bencana, sesuai kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB).
Selain itu untuk meningkatkan keterampilan kader dalam pertolongan pertama pada kondisi darurat, pemantauan kesehatan ibu hamil, balita dan lansia di pengungsian serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat saat bencana.
Juga untuk mendorong peran aktif kader dalam mitigasi dan kesiapsiagaan seperti pendataan kelompok rentan, sosialisasi jalur evakuasi, partisipasi dalam simulasi bencana.
Ketua Pembina Posyandu/Ketua TP Posyandu Evi Astura Markus saat membuka kegiatan mengatakan, tahun 2024 menjadi tonggak baru bagi transformasi Posyandu di Indonesia.
Melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini bukan lagi sekedar tempat menimbang bayi atau pemeriksaan kesehatan semata.
Posyandu telah bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang melayani enam bidang standar pelayanan minimal, di antaranya pendidikan, kesehatan, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
“Pelatihan hari ini sangat penting karena kita akan berfokus pada penanggulangan bencana yang merupakan bagian dari SPM bidang ketertiban umum dan linmas,” kata Evi.
“Terus kemudian harapan kami para kader Posyandu mampu bersikap tanggap, sigap dan terkoordinasi dalam membantu masyarakat,” sambung Evi.
Sebagai garda terdepan masyarakat, Evi berharap para kader mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini.
“Harapannya semua berhasil. Mari banyak bertanya dan mungkin yang mau ikut simulasi silakan jangan malu-malu ya ibu-ibu ya. Jadi di sini akan dibantu oleh para tim,” pesannya.
Sekretaris Daerah Bangka Barat Muhammad Soleh mewakili bupati dalam sambutannya mengatakan, kini Posyandu melebarkan kiprahnya dari pelayanan kesehatan ke penanggulangan bencana.
Menurut Soleh ada tiga alasan kenapa kader Posyandu dilibatkan dalam penanggulangan bencana.
“Pertama adalah kedekatan emosional dengan masyarakat. Apabila ada bencana, maka saya yakin orang yang paling dipercaya adalah bapak ibu Posyandu,” kata Soleh.
Kedua lanjut dia, apabila terjadi bencana, kader Posyandu pemegang data yang tepat dan akurat terkait bayi, lansia, ibu hamil yang rentan terdampak bencana.
“Kalau terjadi bencana In Syaa Allah, bapak ibu sekalian adalah orang yang paling tahu mana-mana dulu yang paling kita dahulukan memberikan bantuan mitigasi,” sambung Soleh.
“Yang ketiga adalah respon kecepatan. Bapak-Ibu adalah orang yang terdekat dengan masyarakat. Apabila ada bencana, saya yakin bapak ibu lah yang dahulu akan diminta bantuan karena apabila menunggu dari pemerintah itu agak lambat,” imbuhnya. ( SK )
Evi Astura: Posyandu Bukan Lagi Tempat Menimbang Bayi






























