Dukung Pelestarian Adat, PT Timah Kucur Bantuan Tradisi Lampu Colok Karimun

HEADLINE, RAGAM303 Dilihat

KARIMUN — PT Timah terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan tradisi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Hal ini merupakan salah satu langkah konkret perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Upaya pelestarian budaya lokal yang didukung oleh PT Timah antara lain tradisi lampu colok dan lampu hias listrik di Kabupaten Karimun.

Tradisi lampu colok merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.

Pemasangan lampu minyak tanah yang dirangkai menjadi ornamen atau simbol tertentu tidak hanya menjadi representasi nilai estetika dan spiritual, tetapi juga menjadi media penguatan solidaritas antar warga dan ruang kreativitas bagi generasi muda.

Selain itu, penggunaan lampu hias elektrik turut mewarnai tradisi ini sebagai bentuk adaptasi modern yang tetap menjaga semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat.

Kehadiran kedua jenis lampu tersebut memperkaya suasana perayaan dan memperluas partisipasi lintas generasi.

Selama bulan Ramadan, PT Timah memberikan bantuan kepada Karang Taruna P3TU Teluk Uma, Ikatan Karang Taruna Pelambung, Karang Taruna Ranggam, Ikatan Karang Taruna Asmara Dewi, dan Ikatan Karang Taruna Mata Air Land untuk mendukung tradisi colok lampu.

Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menjaga semangat gotong royong dan pelestarian budaya setempat, sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus mendukung tradisi masyarakat.

Wakil Ketua Karang Taruna Pelambung, Desa Pongkar Farid, turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh PT Timah Tbk.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah memberikan bantuan pembuatan lampu hias listrik. PT Timah senantiasa membantu dalam setiap kegiatan pemuda dan masyarakat di RW 1, Desa Pongkar,” ungkapnya.

Selain mendukung pelestarian budaya lokal di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. PT Timah juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan budaya dan adat istiadat masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti nuju hayami, perang ketupat dan lain sebagainya. ( Red )


Sumber: timah.com



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *