Dua Warga Pait Jaya Tersambar Petir, Bocah 3 Tahun Luka Bakar di Bokong

Muntok — Taufik Hidayat ( 30 ) dan anaknya yang baru berusia 3 tahun, tersambar petir saat sedang berada di rumahnya di Dusun VI, RT.02, Gang Horas, Kampung Pait Jaya,Desa Belo Laut. Kejadian nahas yang menimpa ayah dan anak itu terjadi pada Minggu ( 6/12/2020 ) malam.

Kepala Desa Belo Laut, Ibnu membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, saat ini dua warganya itu sudah dilarikan ke RSBT Muntok. Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa juga sudah turun ke meninjau ke lokasi kejadian.

“Saat ini di Dinsos sudah turun ke lokasi sudah dilaporkan langsung sama Pak Saiful dari Dinsos. Informasi juga dari Pak Kadus katanya ayah dan anaknya dirawat di RSBT. Kondisinya saya belum tahu,” ujar Ibnu di Lapangan Parkir Timur, Kantor Bupati Bangka Barat, Senin ( 7/12/2020 ) pagi.

Di lain pihak, Direktur Rumah Sakit Bakti Timah ( RSBT ) Muntok, dr. Yovita Metkono mengatakan, tadi malam kedua korban sambaran petir diantar ke IGD dan mendapatkan perawatan.

” Kalau dari anamesa dengan pasiennya atau dengan yang mengantar katanya tersambar petir. Jadi ceritanya memang rumahnya itu pada saat jam setengah sembilan ( 20:30 WIB ), itu kan ada hujan ya, agak gede terus ada petir agak gede. Nah itu rumahnya tersambar petir rumahnya di daerah Pait gitu Gang Horas,” jelas dr. Yovita.

Yovita melanjutkan, menurut keterangan yang ia dapat, sesaat sebelum kejadian, Taufik sedang berbaring di kasur, namun kasur tersebut langsung dihamparkan di lantai tanpa dipan. Sementara anaknya juga sedang duduk di lantai.

“Nah atap rumahnya itu bolong, si Tuan T ( Taufik ) ini tadinya dia lagi berbaring di kasur, kasurnya itu langsung ke lantai dia nggak pake dipan gitu ya atau gak pake alas, kasur itu langsung di lantai,” katanya.

Pada saat tersambar petir, si anak yang sedang duduk dilantai mengalami luka bakar di bagian bokongnya. Bahkan celana yang ia kenakan ikut terbakar. Sedangkan Taufik jelas dr. Yovita tidak mengalami luka serius, namun tubuhnya lemas. Pihaknya pun telah mengambil tindakan medis untuk melihat seberapa besar dampak sambaran petir terhadap ayah dan anak tersebut.

“Si bapaknya sih dari hasil pemeriksaannya tidak ada hal-hal yang serius, ringan aja, hanya merasa lemas aja sehingga kita observasi sampai dengan hari ini. Nah si anak juga stabil sampai dengan saat ini hanya luka bakar di daerah bokong,” papar Yovita.

“Kemaren kita juga sudah melakukan rekam jantung juga karena kan biasanya kalau tersambar petir itu sebenarnya bahayanya itu di jantung, aliran listrik di jantung, entah ada perubahan aliran listrik, bisa juga henti jantung dan lain-lain. Tapi kemarin pada saat datang langsung kita rekam jantung, aman sekarang tinggal kita observasi aja,” sambungnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: