Muntok — Zulqori dan Syariat, dua laki – laki warga Pangkalpinang sempat membuat heboh. Pasalnya kedua orang tersebut telah berani mencatut nama Kopassus.
Kedua pria tersebut sebelumnya mengaku dari Kopassus KPK Tipikor wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dengan jabatan sebagai ketua dan Kakorwil Kepulauan Bangka Belitung.
Hal itu diketahui dari rekaman suara percakapan Zulqori dan Syariat yang sudah tersebar. Dalam percakapan tersebut, mereka mengaku berasal dari Kesatuan Kopassus KPK Tipikor, bahkan mengaku sebagai komandannya. Padahal sejatinya mereka hanya warga sipil dan bukan anggota TNI.
Ulah mereka menyebabkan keduanya dicari Provost Kodim 0431 Bangka Barat dengan menyebar selebaran berbunyi ” Dicari TNI Gadungan ” . Bagi masyarakat yang melihat dan menemukan diminta untuk menghubungi nomor telepon yang dicantumkan dalam selebaran tersebut.
Merasa ciut karena dicari Kodim, Zulqori dan Syariat akhirnya menyerahkan diri dengan mendatangi Makodim 0431/BB di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kamis ( 9/12 ).
Di Markas Kodim, kedua pria itu pun mengaku bersalah dan menyampaikan permohonan maafnya, direkam dalam video berdurasi 1 menit 39 detik.
” Saya minta maaf kepada Kopassus dan TNI, kita tidak akan menyandang Kopassus lagi di KPK Tipikor Kakorwil Bangka Belitung. Kami minta maaf. Kalau ada salah dan kata – kata yang salah maupun nama di yayasan atau lembaga kami, jadi kami minta maaf sebesar-besarnya kepada Kopassus dan TNI seluruh Indonesia,” ucap Syariat.
Mereka menyatakan siap bertanggung jawab di hadapan hukum jika kembali mengulangi perbuatan yang sama.
Menanggapi perbuatan kedua pria tersebut, Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa menegaskan, mencatut nama institusi TNI secara sembarangan dalam kegiatan ormas, LSM maupun yang lainnya tentu tidak diperbolehkan.
” Apabila melakukan sesuatu kegiatan baik itu LSM atau ormas, atau yang lain tidak boleh menggunakan nama institusi TNI. Menyebutkan nama Kopassus itu tidak boleh, karena itu punya negara dan yang menggerakkan bukan yayasan, ormas atau LSM. Jadi kalau ada yang salah orang memahami, artinya institusi TNI itu yang dapat citra buruk,” tegas Agung.
Karena itu Dandim berharap untuk selanjutnya perbuatan yang membawa – bawa nama institusi TNI seperti yang dilakukan Zulqori dan Syariat tidak terulang lagi.
” Kopassus yang kena padahal Kopassus nggak tau apa-apa, saya harap yang lain jangan menggunakan nama institusi TNI lah karena itu sensitif untuk hal-hal itu,” tandas Agung. ( SK )
Dua Pria Mengaku Kopassus Minta Maaf di Makodim 0431 Bangka Barat






























