Dua Pasien Covid – 19 Parittiga Kabur Lewat Jendela Saat Dikarantina

Parittiga — Dua orang pasien positif Covid – 19 melarikan diri saat sedang menjalani karantina di Ruang Isolasi Terpadu Gedung Serba Guna Kecamatan Parittiga pada Minggu ( 8/8 ) kemarin.

Ketua Satgas Penanganan Covid – 19 Kecamatan Parittiga, Madirisa mengatakan, kedua pasien tersebut yakni Joni Harwan ( 39 ), domisili di Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat dan Jamal ( 37 ), warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga.

Menurut Madirisa, kedua pasien OTG ( Orang Tanpa Gejala ) tersebut melarikan diri lewat jendela Ruang Isoter Gedung Serba Guna, Kecamatan Parittiga pada dini hari sekira pukul 01.15 WIB.

” Mereka melarikan diri lewat jendela isoter GSG. Saya mengharapkan bantuan seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Parittiga untuk melaporkan kedua orang tersebut jika mengetahui keberadaannya. Dan kami Tim Satgas akan segera menjemput sesuai SOP dan karantina di Isoter Kecamatan Parittiga,” kata Madirisa saat dikonfirmasi, Senin ( 9/8 ) malam.

Camat Parittiga ini memaparkan, Joni Harwan dan Jamal dinyatakan positif Covid – 19 saat pemeriksaan swab di Tanjung Rhu, Desa Bakit pada Sabtu ( 7/8 ) lalu.

Saat itu Madirisa ikut mendampingi Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, Satgas Covid Kabupaten bersama beberapa Kepala OPD memantau kegiatan pemeriksaan swab terhadap kerumunan di Tanjung Rhu oleh Tim Nakes Puskesmas Sekar Biru.

” Waktu itu Puskes Sekar biru melakukan swab ditempat, sebanyak 20 orang dan hasilnya positif swab antigen 3 orang, dan langsung dibawa ke Isoter GSG Kecamatan Parittiga,” terangnya.

Ketiga pasien positif tersebut yaitu Joni Harwan, Jamal dan seorang warga lokal Desa Bakit. Sayangnya, saat sedang dikarantina, Joni Harwan dan Jamal kabur dari Isoter GSG. Kedua pasien OTG tersebut hingga kini masih dalam pencarian Satgas Kecamatan Parittiga.

” Sekarang identitas mereka sudah kita sebarkan melalui semua Kades, RT, Kadus. Mereka masih dalam pencarian,” tutup Madirisa. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *