dr. Hendra: ODP Jangan Divonis Positif Corona

Muntok — Ada beberapa definisi atau istilah yang digunakan Kementerian Kesehatan terkait penanganan kasus virus Corona atau Covid – 19.

Juru bicara Covid – 19 dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, dr. Hendra menjelaskan, kasus – kasus tersebut yaitu, yang pertama, Orang Dengan Resiko. Artinya, orang yang baru pulang mengunjungi kota atau daerah yang sudah ada kasus positif Corona.

” Yang kedua, Orang Dalam Pemantauan ( ODP ), jadi Orang Dalam Pemantauan ini orang yang pulang dari kota – kota yang sudah ada kasus positif, terus di daerah kita dia kena batuk pilek demam, nah itu yang kita sebut ODP,” beber dr. Hendra via telepon, Sabtu ( 21/3/2020 ) sore.

Menurutnya, ODP tidak perlu dirawat di rumah sakit, tapi cukup diisolasi dirumah saja. Namun ia menegaskan, ODP belum tentu positif Corona.

” Jangan sampai masyarakat memvonis ODP ini positif Corona,” ujarnya.

ODP tersebut kata dia bisa meningkat statusnya kearah Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) bila kemudian muncul gejala sesak nafas. Bila sudah muncul gejala ini, maka di pasien harus segera di rawat di rumah sakit.

dr. Hendra melanjutkan, ada pula kasus yang disebut Probable ( Kemungkinan ). Dalam kasus ini, penderita telah meninggal dunia, atau bahkan sudah sembuh namun hasil laboratoriumnya belum keluar, sehingga tidak diketahui apakah si pasien positif atau negarif Corona.

” Yang terakhir kasus terkonfirmasi, nah ini yang kita sebut bahwa dia memang positif Corona,” tukasnya.

Cara yang ditempuh Tim Medis untuk mengetahui penderita positif atau tidak, terang dr. Hendra adalah dengan mengambil apusan dari rongga hidung dan tenggorokan si pasien. Sampel itu selanjutnya diperiksa di laboratorium. Hasilnya baru bisa diketahui tiga hari kemudian.

dr. Hendra menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan penularan dan penyebaran virus Corona di Bangka Barat.

” Kami ada grup Gugus Tugas, disitu biasanya setiap hari saya share untuk jumah ODP, PDP tadi. Himbauan – himbauan sebenarnya sudah ada di poster – poster, spanduk – spanduk, itu bisa diikuti.Sosialisasi juga kami lakukan terus, tadi juga baru selesai sosialisasi di Polres melibatkan Kecamatan Muntok, kami ajak selurah kades dan lurah untuk ikut serta,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: