Dinas Pariwisata Babar Mulai Melirik Pantai Radji untuk Dikembangkan

Muntok — Rutinnya kunjungan warga negara Australia dan beberapa negara lain ke Pantai Radji setiap bulan Februari membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ( Disparbud ) Kabupaten Bangka Barat mulai melirik potensi yang ada untuk dikembangkan.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Bangka Barat, Romi’at mengatakan, pihaknya akan mulai melihat potensi yang ada.

” Memang yang menjadi masalah yang pertama kita harus melihat dulu status pantai ini karena menurut informasi yang saya dapat, katanya kawasan Hutan Lindung tapi tidak menutup kemungkinan bisa kita manfaatkan, baik oleh komunitas masyarakat atau pengusaha ataupun oleh Pemda, yang penting asal ada usaha untuk ingin mengembangkan ke sana,” ujar Romi’at disela – sela acara Peringatan Perang Dunia ke – II, Minggu ( 16/2/2020 ) di Pantai Radji, Muntok.

Pihaknya pun lanjut dia nanti akan mencoba untuk mengangkat Pantai Radji sebagai destinasi wisata baru, sebab bila melihat ke tahun – tahun sebelumnya hingga ke tahun ini, Pantai Radji kemungkinan besar bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata baru di Bangka Barat.

Namun Romi’at menambahkan, akses jalan ke pantai harus diperbaiki terlebih dahulu. Hal itu akan dibicarakan dengan Dinas PUPR.

” Harus dilengkapi dengan aksesibilitas, melihat kondisi jalan kita, memang itu tadi pengaruh dari masalah kawasan, tapi nanti kita akan coba bicarakan bersama – sama, karena jalan kan bukan kewenangan Pariwisata ya, di PU,” ujarnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan mendukung pengembangan Pantai Radji ke depan. Apalagi setiap tahun wisatawan mancanegara selalu datang ke pantai ini.

Kata Romi’at, selama ini Pemkab, terutama Disparbud selalu tidak diundang pada acara di Pantai Radji oleh pihak Australia. Hal itu membuat pihaknya dipertanyakan karena dianggap tidak tahu tentang kegiatan tersebut.

” Memang tahun ini menjadi pengalaman bagi kami karena sebelum hari ini banyak telepon datang nanya kenapa seolah – olah Pemda, Pariwisata sampai nggak tahu dengan acara ini. Tapi memang begitu kondisinya karena mereka nggak mengundang kami. Kemarin kami minta pihak Australia, agar menyurati Pemda Bangka Barat biar kita bisa memfasilitasi,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, untuk selanjutnya, kegiatan ini akan lebih dikembangkan lagi. Dia tidak menampik acara ini akan dikemas dalam bentuk event yang berkaitan dengan sejarah yang ada di Pantai Radji.

” Mungkin kayak lawatan sejarah lah gitu, kita kaitkan kesitu. Tapi untuk pengembangan destinasi, destinasi itu kan ada bidang tersendiri. Tapi kami akan sampaikan nanti ke Pimpinan Daerah untuk melirik lah, khususnya dari tikungan sana itu sampai kesini lah jangan sampai dibiarkan begini terus. Karena kalau melihat akses seperti ini orang malas juga. Tadi saya lihat banyak lho masyarakat yang pengen datang walaupun jauh, tapi kalau akses jalannya sudah bagus pasti mudah orang mau kesini,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: