Muntok — Gedung perpustakaan baru milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat yang terletak di Jalan Raya Pangkalpinang – Muntok, tepatnya di Pal 2, Kecamatan Muntok mulai digunakan.
Di dalam gedung megah yang belum diresmikan ini digelar Workshop Implementasi Kegiatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Rabu (16/6 ).
Acara ini dihadiri langsung Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rakhmadi, S.Pd.,M.A yang sekaligus meninjau gedung baru tersebut.
Para peserta workshop 20 orang ibu – ibu rumah tangga dari Kecamatan Muntok dan sekitarnya. Adapun materi yang disampaikan adalah cara membuat roti manis oleh narasumber pelatihan,
Sihyanti, S.TP.
Sihyanti mengapresiasi kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat ini.
“ Dengan adanya kegiatan inklusi ini diharapkan para peserta bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini,” ujar Sihyanti.
Dilain pihak, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Kabupaten Bangka Barat, Farouk Yohansyah, S.T., mengatakan, pelatihan cara membuat roti manis ini merupakan bagian dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ( TPBIS ).
” Artinya perpustakaan bisa melaksanakan berbagai kegiatan yang terkoneksi dengan literasi, bukan hanya membaca, tapi juga aplikasi dari sumber baca,” terangnya.
Menurut Farouk, tema yang diusung kali ini adalah ” Literasi Untuk Kesejahteraan “, dengan menyajikan pelatihan ketrampilan untuk dimanfaatkan dalam rangka peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu pihaknya menentukan syarat bagi peserta adalah ibu – ibu rumah tangga yang memiliki kemauan untuk berkembang, bukan sekedar ikut – ikutan saja, sebab setelah ini pihaknya akan terus memantau, sehingga menjadi produk mandiri maupun kelompok.
” Sehingga kami sampaikan agar semua melaksanakan dengan serius dan mulai merancang rencana bisnis,” ungkap dia.
Sementara itu, Deka Irmanda, salah satu dari 20 peserta pelatihan membuat roti manis mengatakan, dengan pelatihan ini ia berharap pengetahuan yang didapat bisa membantu perekonomian keluarga, terutama dimasa Covid – 19 dan berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan.
” Sangat bermanfaat untuk kalangan ibu rumah tangga. Pengetahuan tentang bahan yang sesuai biar hasil roti lebih lembut seperti roti – roti yg bermerk yang dijual di pasaran,” kata Deka. ( SK )






























