Dapur Umum Corona Polres, Kodim dan Unmet akan Keliling Babar

Muntok — Polres Bangka Barat, Kodim 0431/BB dan Unit Metalurgi ( Unmet ) PT. Timah Muntok mendirikan dapur umum di depan Mako Polair di Kelurahan Tanjung, Muntok.

Dari dapur umum tersebut, sebanyak 300 kotak nasi dihasilkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang merasakan dampak ekonomi karena virus Corona.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan, Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa dan Kepala Unmet Muntok, Wiyono menyempatkan diri memantau langsung aktivitas dapur umum tersebut, Kamis ( 16/4/2020 ) siang.

 

” Jadi hari ini kita memasak disini, waktu siang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat nelayan sekitar sini. Jadi masyarakat yang disekitar sini kita bagikan mungkin sekitar 300 box,” ujar Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan.

Adenan melanjutkan, dapur umum seperti ini nantinya akan diadakan setiap dua hari sekali, namun lokasinya akan berpindah – pindah ke kecamatan – kecamatan lain agar dapat menjangkau wilayah se – Bangka Barat.

” Nanti dari anggota kita yang mengantar ke masyarakat. Jadi kita masak, kita tidak memanggil, kita datang sendiri. Babinsa dan Bhabinkamtibmas nanti yang ngantar kesana. Anggota Polair yang tahu mana – mana nanti itu dibagikan. Biar masyarakat yang ditempat kami yang bekerja,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Dandim 0431/BB, Letkol Agung Wahyu Perkasa mengatakan, kegiatan bersama ini bertujuan membantu warga yang
terdampak kebijakan social distancing akibat virus Corona.

” Mungkin ada kehilangan pekerjaan ada yang penghasilannya berkurang sehingga mungkin tempat – tempat yang kita datangi ini untuk mendapatkan makanan dia juga akan kekurangan. Kita disini terketuk hati untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terkena dampak ini,” sebut Agung.

Sementara itu menurut Kepala Unmet Muntok, Wiyono, karena bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat, pihaknya membeli bahan – bahan untuk dimasak di dapur umum ini pun dari masyarakat lokal.

” Petani, nelayan yang ikannya mungkin sudah tidak bisa diekspor kita belanjakan yang dipasar, mungkin orang sudah mulai kurang belanja, sudah kita beli. Intinya bagaimana membangkitkan semangat masyarakat terutama di Bangka Barat. Tempe, tahu, beras, mie dan minyak semua kebutuhan kita belanjanya di pasar, membantu sembako masyarakat yang menjual,” ungkap Wiyono. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: