Buru Vaksin, Ratusan Warga Datangi Museum Timah Timbulkan Kerumunan

HEADLINE, KESEHATAN498 Dilihat

Muntok — Masyarakat kembali menyerbu Museum Timah, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat pada Senin pagi ( 5/7 ) guna memburu vaksin.

Mereka berbondong – bondong memadati halaman museum hingga ke ruas jalan. Menurut pengakuan warga, bahkan sejak pagi mereka sudah datang ke lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi Covid – 19 tersebut.

Kemacetan sempat terjadi di jalan depan Museum Timah karena kerumunan warga meluber hingga ke ruas jalan di sekitar traffiic light. Bahkan warga tidak menghiraukan lagi menjaga protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

Kapolsek Muntok, AKP Albert Hamonangan Tampubolon beserta anggotanya turun tangan mengatasi kerumunan warga tersebut. Albert mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ditunda karena vaksinnya belum ada.

” Nggak usah kerumunan, jadi sebagai informasi vaksinnya masih di Provinsi hari ini baru mau akan diambil, mungkin besok akan didistribusikannya,” kata Albert.

Dia minta warga untuk membubarkan diri. Hal itu pun disambut dengan kekecewaan segenap masyarakat yang hadir.

Sutrisno, warga Dusun Terabek yang sudah datang jauh – jauh ke Museum Timah mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, dirinya mendapat kabar bahwa akan ada vaksinasi gratis di Museum Timah. Karena itu ia rela datang ke lokasi sejak pukul 06.00 WIB.

” Iya saya dapat info dari kawan – kawan, ya mau vaksin karena untuk mencegah virus Covid. Sebenarnya kecewa lah, tapi apa boleh buat namanya kita butuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Muntok, Harianto saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, saat ini stok vaksin memang masih kosong.

Mengenai kapastian kapan pelaksanaan vaksinasi selanjutnya, Harianto mengatakan akan menanyakannya ke Dinas Kesehatan Bangka Barat.

” Dakde bang….vaksin kite masih kosong. Nanti kami tanyakan ke Dinkes bang kepastiannya besok ada nggk vaksin,” kata Harianto. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *