Bupati Terbitkan SE Bukti Vaksinasi untuk Layanan Publik

Muntok — Ketua Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, Sidarta Gautama membenarkan adanya Surat Edaran Bupati Bangka Barat
Nomor: 360/956/BPBD/2021, Tentang Penggunaan Bukti vaksinasi Covid – 19 Dalam Pelayanan Publik.

SE yang mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2021 tersebut antara lain berbunyi, setiap orang yang akan menerima layanan administrasi pemerintah, atau penerima jaminan sosial, atau bantuan sosial agar dapat menunjukkan bukti vaksinasi Covid – 19 melalui Aplikasi Peduli Lindungi atau Sertifikat Vaksin.

Jika belum/tidak bisa menunjukkan bukti vaksinasi Covid – 19, maka untuk sementara pelayanan atau jaminan atau bantuan ditunda sampai dengan ada bukti vaksinasi Covid – 19, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 Pasal 13A ayat 4.

Menurut Sidarta, SE tersebut diterbitkan sebagai strategi untuk mencapai realisasi vaksinasi Covid – 19 di Bangka Barat.

” Sesuai dengan amanat yang ada di Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2021. Jadi yang disasar itu adalah layanan – layanan publik,” ujar Sidarta saat dikonfirmasi, Jum’at ( 1/10 ).

Sidarta menegaskan, SE tersebut bukan hanya sebatas pelayanan publik dari pemerintah saja, tapi juga pada pelayanan swasta dan perbankan.

” Nanti semuanya akan kita persyaratkan untuk sertifikasi vaksin seperti di beberapa daerah diluar Babel. Dan sudah ada juga edaran dari Gubernur yang minta kepada Bupati untuk barcode di layanan publik,” katanya.

Ditegaskan Sidarta, Gubernur juga mensyaratkan hal tersebut bagi pelayanan publik dan juga program bantuan pemerintah kepada kelompok – kelompok masyarakat.

” Itu kita lakukan karena di dalam Undang – Undang Dasar sangat jelas, dijelaskan salah satu tugas pemerintah itu adalah melindungi segenap warga Indonesia, itu amanat tertinggi yang harus dijunjung tinggi,” cetusnya.

Disamping itu, aturan tersebut merupakan upaya pemerintah dari pusat ke daerah dalam rangka memberikan keamanan masyarakat.

Setiap orang yang sudah divaksin mendapatkan bukti bahwa mereka sudah vaksin baik dosis pertama atau kedua. Selanjutnya melalui aplikasi Peduli Lindungi sudah bisa diakses melalui barcode yang disediakan di tempat layanan publik, termasuk di pelabuhan sudah bisa menggunakan itu.

” Kalau masyarakat tidak memiliki handphone itu bisa menunjukkan secara manual melalui kartu vaksin,” imbuh Darta.

” Kami menyampaikan untuk masyarakat sama sekali belum vaksin untuk segera mengunjungi gerai yang kita siapkan. Karena banyak manfaat bukan hanya melindungi diri tapi juga pelayanan dasar publik. Kami juga sudah sosialisasi dan edaran akan kami tempel di tempat keramaian,” sambungnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *