BMM: Berkumpulnya Masyarakat di 120 Titik Kampanye untuk Berjuang bersama Bersanding

HEADLINE, Politik552 Dilihat

BANGKA BARAT — Calon wakil bupati Bangka Barat Bong Ming Ming dalam orasinya di Lapangan Bola Kampung Keranggan, Kelurahan Keranggan menegaskan, berkumpulnya ribuan masyarakat pada 120 titik Kampanye Bersanding Agik bukan perkumpulan biasa, tapi berkumpul untuk berjuang bersama – sama untuk seluruh masyarakat Bangka Barat.

“Ngape macem tu? Tahun 2020 lalu, bapak – bapak ibu – ibu yang ada di hadapan saya mungkin adalah bagian – bagian para pejuang Bersanding pada waktu itu,” cetus Bong Ming Ming ( BMM) di Lapangan Bola Kampung Keranggan, Kamis ( 21/11/2024 ) malam.

“Atau minimal menjadi pemilih pasangan Bersanding pada waktu itu. Kalau pun belum, mudah – mudahan mulai hari ini sampai 27 November nanti menjadi pejuang pasangan Bersanding atau minimal menjadi pemilih pasangan Bersanding,” sambungnya.

Dia mengatakan berkat perjuangan dan doa masyarakat Kampung Keranggan, pasangan Bersanding menjadi pemenang pada Pilkada 2020 lalu.

“Seratus hari pertama kepemimpinan Haji Sukirman beliau menetapkan Bangka Barat berobat gratis cukup membawa KTP Bangka Barat,” ucap dia.

Dan setelah itu kata BMM, setiap harinya rata – rata terdapat 150 orang yang menggunakan program berobat gratis, mulai dari Puskesmas, RSUD, termasuk pasien rawat inap, ICU, operasi, cuci darah bahkan sampai dirujuk ke Jakarta dan Palembang.

Bahkan untuk rujukan ke luar daerah itu Pemda pun memfasilitasi tiket transportasi bagi dua orang, untuk pasien serta pendamping. Mereka juga disiapkan rumah singgah.

“Bahkan dikasih duit 105 ribu sehari selama 90 hari. Itu lah yang sudah dilakukan oleh beliau, Bapak Haji Sukirman sebagai bupati. Dan semua itu bisa terwujud karena bapak – bapak ibu – ibu ikut berjuang bersama Bersanding,” sebut BMM.

Selanjutnya ke depan pihaknya akan meningkatkan berobat gratis dengan pelayanan yang optimal. Salah satunya layanan ambulans gratis yang terintegrasi dengan sampai ke desa – desa.

“Jadi nanti kalau ada yang sakitnya sudah parah tinggal telepon 119. Kita akan bangun semua Pustu yang ada di desa – desa menyiapkan faskes dan alat kesehatannya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan buat masyarakat Bangka Barat,” katanya.

Juga RSUD Sejiran Setason pada 2025 sampai 2028 akan dibangun menjadi rumah sakit yang jauh lebih baik lagi.

Selain itu masalah kekurangan obat – obatan di Puskesmas dan RSUD akan diatasi dengan menggandeng PT Kimia Farma dan pengusaha asal Mentok, Menkiong yang akan membangun apotek pembantu dari Puskesmas sampai ke tingkat Pustu di desa – desa.

“Jadi kalau obatnya tidak tersedia di RSUD Puskesmas atau pun Pustu tinggal ambil di apotik pembantu semua gratis cukup bawa KTP,” ujarnya.

Sementara itu dunia pendidikan juga akan menjadi perhatian pasangan Bersanding Agik, khususnya TK, SD dan SMP yang menjadi kewenangan kabupaten.

Menurut BMM walaupun sudah gratis, tetapi masih ada hal mendasar di tengah masyarakat terkait pendidikan yang harus ditangani pemerintah daerah.

“Banyak siswa-siswi orang tuanya sudah tidak mampu lagi beli baju seragam dan perlengkapan sekolah. Ke depan Insya Allah itu tidak terjadi lagi,” cetus BMM.

“Yang akan kita lakukan ke depan adalah memberikan bantuan baju sekolah dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, ” lanjutnya.

Di samping itu ke depan, Bangka Barat akan menjadi terang benderang dengan 14.000 lampu jalan. Rencananya Pemda akan bekerja sama dengan perusahaan Korea untuk program penerangan jalan umum.

“Kalau dulu kami berjanji berobat gratis cukup bawa KTP, maka janji besar ke depan adalah tersebarnya 14.000 lampu jalan di seluruh jalan Kabupaten Bangka Barat termasuk jalan di Keranggan ini,” kata BMM.

Cita – cita besar lainnya pasangan Bersanding Agik yang dicetuskan BMM adalah Bangka Barat, khususnya Kecamatan Mentok zero sampah dan kawasan pariwisata terintegrasi mulai dari Bozem sampai ke Pantai Batu Rakit

Selain itu kata BMM, di sektor industri telah disiapkan masterplan untuk kawasan industri terintegrasi mulai dari Tanjung Kalian sampai ke Tanjung Ular.

” Insya Allah itu lah mimpi – mimpi besar tentang Mentok dan Bangka Barat. Mimpi besar pasangan Bersanding bagaimana menjadikan Bangka Barat sebagai sentral ekonomi dan pintu gerbang ekonomi,” kata BMM menutup orasinya. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *