Belum Ada Kasus Supir Truk Logistik di Tanjung Kalian Sakit

Muntok — Antisipasi masuknya virus Corona ke Bangka Barat terus dilakukan. Penjagaan ketat di Pelabuhan Tanjung Kalian oleh Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP ), Polisi, TNI dan Sat Pol PP Bangka Barat hingga hari ini, Senin ( 4/4/2020 ) masih terus berlangsung.

Truk logistik di Pelabuhan PT. ASDP Tanjung Kalian Muntok berbaris rapi sebelum keluar pintu gerbang. Satu persatu para supir dan kendaraannya diperiksa petugas kesehatan dan Sat Pol PP Bangka Barat.

Begitu pula dengan pintu keluar penumpang di bagian dalam pelabuhan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari cek suhu tubuh penumpang dengan termo gun hingga mengisi kartu HAC ( Health Alert Card ).

Menurut Kepala Kesehatan Pelabuhan ( KKP ) Ono Nurdiono, pemeriksaan truk logistik dilakukan menyeluruh dari supir, kernek hingga kendaraannya. Ketiganya tidak luput dari semprotan disinfektan. Namun pemeriksaan supir dan kernek dilakukan terpisah.

” Kita cek suhu yang untuk kedatangan, dan disinfektan, jadi kenek sama supir dipisahkan, kalau supir langsung disemprot disinfektan di depan, kalau kerneknya di bilik, itu sebenarnya untuk memperlancar aja, tapi kita tetap ngecek suhu,” jelas Ono Nurdiono kepada awak media, Senin ( 6/4/2020 ) siang di Pelabuhan Tanjung Kalian.

Di menjelaskan, suhu normal tubuh 38 derajat celcius. Bila setelah dicek suhu tubuh supir, kernek atau penumpang ternyata diatas 38 derajat keatas maka dilakukan observasi untuk mengetahui apakah yang bersangkutan telah masuk PDP ( Pasien Dalam Pengawasan ) atau belum.

” Ada tingkatannya, ada yang bisa melanjutkan ( perjalanan ) kita lanjutkan, tapi ada yang bisa dirujuk kita rujuk ke Puskesmas,” katanya.

Namun sejauh ini menurut dia, pihaknya belum menemukan kasus supir atau kernek yang tidak sehat. Walaupun pernah ada satu orang yang suhu tubuhnya tinggi, orang yang bersangkutan diistirahatkan dulu sebelum melanjutkan perjalanan dan dicek ulang suhu tubuhnya hingga tiga kali.

” Mungkin faktor cuaca di dalam mobil, kita istirahatkan dulu, kita tembak tiga kali, kalau ( suhu tubuhnya ) masih tetap kita lakukan observasi. Sejauh ini aman,” tukasnya. ( SK ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: