Agar MBG Tidak Jadi Makanan Basi Gratis, Disdikpora Bangka Barat Lakukan Hal Ini

BANGKA BARAT — Program pemberian makan bergizi gratis ( MBG) bagi para pelajar di Kabupaten Bangka Barat saat ini baru dilaksanakan di Kecamatan Kelapa dengan sumber anggaran dari APBN.

Plt Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bangka Barat Henky Wibawa mengatakan, dapur mitra penyedia MBG baru tersedia satu unit yang berlokasi di Kecamatan Kelapa. Dapur ini melayani 22 satuan pendidikan dengan total 3.195 siswa.

Satuan pendidikan yang menerima program MBG di Kecamatan Kelapa terdiri dari 4 PAUD, 4 TK, 2 MI, 6 SD, 2 SMP, 1 MTs, dan 2 SMA.

“Program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh enam kecamatan yang ada di Bangka Barat sesuai arahan dan kebijakan dari Badan Gizi Nasional,”
kata Henky ditemui di ruang kerjanya, Kamis ( 15/5/2025 ).

Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan, seperti makanan basi atau keracunan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bangka Barat ikut melakukan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah penerima manfaat.

“Yang jelas ini kalau secara koordinasi tetap kita tetap melakukan koordinasi, dalam informasi grup ada. Tapi yang lebih teknis untuk pemantauan itu SPPG memantau apakah sesuai SOP atau tidak,” kata Henky ditemui di ruang kerjanya, Kamis ( 15/5/2025 ).

“Kalau di kita paling nanti kita ngontrol dari dari sekolah-sekolah penerima. Jadi kita berkoordinasi dengan sekolah – sekolah atau kepala sekolah kemudian jam berapa makanan diantar,” sambungnya.

Dijelaskan Henky, program MBG dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) penugasan dari Badan Gizi Nasional ( BGN ).

“Mitra itu berkontrak dengan BGN langsung mitra yang masak. SPPG itu penanggung jawab lah karena titik dapur itu di Kecamatan Kelapa di samping Kantor Lurah Kelapa. Kapasitas dapur 3.000 itu hanya melayani sekolah-sekolah yang di sekitar,” terang dia.

Menurut Henky, sebenarnya program MBG di Bangka Barat telah dimulai sejak bulan Ramadhan dalam bentuk makanan takjil untuk berbuka puasa. Namun, pelaksanaan secara penuh baru dimulai setelah libur Ramadan di bulan April 2025, dengan menu yang telah disusun berdasarkan pertimbangan ahli gizi.

Henky mengatakan, sejauh ini pelaksanaan MBG di Kecamatan Kelapa berjalan lancar. Tidak ada laporan makanan basi atau hal – hal lain yang menjadi kendala.

“Sejauh ini antusias kalau dilihat dari laporan sekolah itu. Anak-anak semangatlah makan sama-sama Mudah-mudahan tidak ada kejadian yang keracunan yang segala macam itu mudah-mudahan tidak ada,” harapnya. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *