PWI Bangka Belitung Dapat Kunjungan dari Mahasiswa FISIP UBB

PANGKALPINANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB), di Kantor PWI Babel, Jumat (22/5/2026).

Kedatangan rombongan mahasiswa tersebut disambut Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim, didampingi Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Media Siber, Multimedia dan Fotografi, Yudhistira Jaya Suprana.

Salah satu perwakilan mahasiswa UBB, Sukma Wati, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kuliah lapangan untuk memenuhi pembelajaran Team Based Project pada mata kuliah Organisasi dan Institusi Sosial.

“Kedatangan kami hari ini dalam rangka melaksanakan tugas kuliah lapangan untuk memenuhi tugas pembelajaran Team Based Project Mata Kuliah Organisasi dan Institusi Sosial,” ujar Sukmawati.

Sukma menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema “Analisis Dinamika Organisasi dan Institusi Sosial di Masyarakat” dengan fokus mempelajari peran organisasi profesi kewartawanan di daerah.

“Dalam kunjungan ini, kami akan bertanya tentang organisasi PWI, termasuk dinamika yang dihadapi PWI Babel dalam menjalankan roda organisasi hingga sejumlah program kerja yang dijalankan,”jelasnya.

Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim menyambut baik kunjungan akademik tersebut.

Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam mempelajari organisasi profesi menjadi bagian penting untuk menambah wawasan mengenai dunia pers dan kelembagaan sosial di masyarakat.

“PWI Babel terbuka terhadap kegiatan akademik dan diskusi bersama mahasiswa. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pemahaman tentang fungsi organisasi profesi wartawan, termasuk tantangan dan peran pers di tengah perkembangan media digital saat ini,” kata Fakhruddin.

Dalam kesempatan itu, Fakhruddin memaparkan sejarah singkat berdirinya PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Ia menjelaskan, PWI berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah, sebagai wadah perjuangan wartawan Indonesia setelah kemerdekaan Republik Indonesia.

“PWI lahir tidak lama setelah Indonesia merdeka. Pada saat itu, wartawan memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa, terutama menyebarkan informasi dan menjaga semangat kemerdekaan. Karena itu, hingga sekarang PWI terus berupaya menjaga profesionalisme dan independensi pers,” jelasnya.

Selain itu, Fakhruddin mengatakan PWI juga memiliki sejumlah program yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Salah satu program yang dijalankan PWI adalah Uji Kompetensi Wartawan atau UKW. Program ini bertujuan meningkatkan profesionalisme wartawan agar memiliki standar kompetensi yang baik dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Menurut dia, melalui UKW, wartawan tidak hanya diuji kemampuan menulis berita, tetapi juga pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, teknik wawancara, verifikasi informasi, hingga tanggung jawab sosial pers.

“PWI mendorong wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kompetensi dan integritas wartawan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

“Selain UKW, ada beberapa program lain, di antaranya Koperasi PWI Babel Sejahtera. Kemudian PWI Babel juga pernah menjalankan kegiatan Tangkal Hoaks bertajuk ” Konfirmasi Digital” yang diselenggarakan oleh Bidang Media Siber, Multimedia dan Fotografi,” sambungnya.

Sementara, Wakabid Media Siber, Multimedia dan Fotografi PWI Babel, Yudhistira Jaya Suprana menambahkan, perkembangan media digital menghadirkan tantangan besar bagi insan pers, terutama dalam menjaga akurasi dan kredibilitas informasi di tengah arus informasi yang sangat cepat.

“Di era digital saat ini, pers dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus tetap mengedepankan verifikasi dan kode etik jurnalistik. Tantangan terbesar sekarang adalah maraknya hoaks dan informasi yang belum tentu benar di media sosial,”kata Yudhistira.

Menurut dia, kehadiran pers profesional memiliki peran penting sebagai penyaring informasi sekaligus penyedia berita yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Pers harus mampu menjadi rujukan informasi yang terpercaya bagi masyarakat. Karena itu wartawan dan perusahaan media harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik,” katanya.

Yudhistira dalam kesempatan itu juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang mulai memengaruhi industri media dan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Era AI menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pers. Teknologi AI bisa membantu kerja jurnalistik, mulai dari pengolahan data hingga distribusi informasi,” kata dia.

“Namun, insan pers juga harus waspada terhadap potensi penyalahgunaan AI seperti penyebaran disinformasi, manipulasi konten, hingga berita palsu yang dibuat secara otomatis,” lanjutnya.

Yudhistira menegaskan, di tengah perkembangan AI, peran wartawan tetap tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi.

“Kepekaan jurnalistik, verifikasi lapangan, wawancara langsung, hingga etika dalam menyajikan informasi tetap menjadi kekuatan utama pers profesional,” tegasnya.

“AI hanyalah alat bantu, sementara keputusan editorial dan tanggung jawab kepada publik tetap berada di tangan manusia,” tukasnya.

Kunjungan itu diakhiri dengan penyerahan Buku “Mengeja Laut” oleh Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim, yang diterima oleh seluruh rombongan mahasiswa Fisip UBB yang hadir saat itu.

Hadir bersama Sukma Wati dalam kesempatan itu, Ayu Permata Seftiani, Eka Meilanita Putri, Krisdita Dwilastri dan Sania Nasywa Khorunnisa.

Dari jajaran pengurus PWI Babel, hadir pula Wakil Sekretaris II PWI Babel, Budi Marsudi, serta Kepala Bagian Rumah Tangga PWI Babel, Sapriyadi. (*)





Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *