Bandar Ekstasi Kampung Sawah Sebut Pelanggan Pil Haramnya dari Teman – teman Dekat

HEADLINE, HUKRIM638 Dilihat

BANGKA BARAT — Bandar narkotika
berinisial MS alias UN ( 29 ) yang diringkus Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat, Selasa ( 15/7/2025 ) lalu, mengaku pil ekstasinya hanya ia jual kepada teman – teman dekatnya.

Transaksi dengan pembeli dia lakukan melalui telepon dan pesan WhatsApp.

Dia juga mengaku tidak mengincar target pelanggan pil haramnya dari kalangan pengunjung tempat hiburan malam.

“Kawan kawan sendiri yang dekat. Tidak ada anak sekolah, semua sudah cukup umur semua, sudah tua. Nggak ada target, kebanyakan teman – teman sendiri,” ujar UN kepada wartawan saat konferensi pers di Mako Polres Bangka Barat, Rabu ( 23/7/2025 ).

Menurut UN, pil ekstasi dia dapat dari seseorang yang tidak ia kenal. Mereka hanya berkomunikasi melalui WhatsApp dan tidak pernah bertemu langsung.

“Sumber barang kita nggak tahu orangnya karena main lempar aja. Sekali ngambil biasanya 50 butir, baru tiga kali ngambil paling banyak yang terakhir. Saya jual Rp350 per butir,” tuturnya.

Terkait airsoft gun jenis revolver yang didapat polisi saat penangkapan dirinya, UN berkilah senjata itu bukan miliknya, tapi titipan dari temannya.

“Senjata itu bukan punya saya tapi kawan nitip,” ujarnya.

Dari mana asal pil ekstasi dan sabu – sabu yang dimiliki MS? Menurut Kasat Narkoba Polres Bangka Barat AKP Nikko Panderi, pihaknya sudah mengantongi nama AG, berdomisili di Pangkalpinang.

“Nah kami tanya dapat dari mana? Ternyata si MS alias UN ini dapat dari AG. Nah untuk saudara AG ini masih kami lakukan penyelidikan,” kata Nikko di ruang kerja Kapolres, Selasa ( 15/7 ).

Nikko menjelaskan, MS berkomunikasi dengan AG via telepon. Selanjutnya AG menyuruh MS mengambil barang di Pangkalpinang, tepatnya di kawasan Tuatunu di depan masjid.

“AG ini mematok harga satu butir pil Rp270 ribu. Dijual kembali oleh MS itu sebesar estimasi antara harga Rp350 sampai Rp400 ribu. Total jumlah ekstasi yang diberi oleh saudara AG ini sebanyak 249 butir. Jadi sudah laku kurang lebih 48 butir,” papar Nikko.

Kesepakatan bisnis antara MS dan AG, barang diambil dulu untuk diedarkan. Setelah laku terjual, keuntungan disetor MS ke AG.

Pelanggan atau pembeli pil ekstasi dari MS alias UN ini kata Nikko kebanyakan orang-orang yang menyukai dunia hiburan malam.

“Dari pelaku ini kami sita uang sebesar kurang lebih Rp600 ribu. Kami ada juga menyita uang kurang lebih Rp160 ribu yang mana uang tersebut merupakan hasil dari saudara UN menjual ekstasi sebanyak kurang lebih 48 butir tersebut,” terang Nikko.

Saat penangkapan bandar pil ekstasi dan sabu – sabu itu di Kampung Tanjung Sawah, Kecamatan Mentok, polisi sudah mengantongi informasi bahwa si pelaku diduga memiliki senjata api rakitan.

Ternyata setelah digeledah, senjata yang dimiliki MS bukan pistol rakitan, tapi airsoft gun.

“Selain ekstasi dan sabu kami juga ada mengamankan senjata jenis revolver. Nah ternyata itu senjata jenis airsoft gun, bukan senjata rakitan,” jelas Kasat Narkoba Polres Bangka Barat AKP Nikko Panderi, di ruang kerja Kapolres, Selasa ( 15/7/2025 ).

Menurut Nikko, anggotanya melakukan interogasi untuk mendalami kepemilikan senjata api rakitan saat menangkap MS. Pria ini pun akhirnya mengaku bahwa senjata itu disimpan di suatu tempat.

Polisi pun melakukan penggeledahan disaksikan pengurus RT/RW setempat dan menemukan senjata jenis airsoft gun.

“Nah, airsoft gun itu untuk apa? Pengakuan dari dia untuk menakut-nakuti orang atau menjaga diri katanya. Karena pada saat mengambil barang ke Pangkalpinang dia menggunakan sepeda motor, takut diganggu orang di tengah jalan,” jelas Kasat Narkoba.

“Sebenarnya airsoft gun ini harus ada izin. Makanya kami perdalam lagi tentang izin dari airsoft gun tersebut,” lanjutnya.

Meskipun hanya airsoft gun, Nikko menyebut senjata ini cukup berbahaya bila ditembakkan dalam jarak dekat.

Total barang bukti narkotika yang diamankan Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat dari MS alias UN terbilang cukup banyak, yakni 201 butir pil ekstasi merk TNT dan Mario Bros, 5 paket kecil sabu – sabu serta satu pistol airsoft gun jenis revolver. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *