BANGKA BARAT — Peringatan Hari Besar Nasional bukanlah sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap tahun.
Lebih dari itu, momentum ini merupakan kesempatan untuk mengenang kembali nilai-nilai sejarah perjuangan, pengorbanan dan semangat kebangsaan yang telah menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).
Hal itu dikatakan Ketua DPRD Bangka Barat Badri Syamsu, saat membuka rapat paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Gedung Mahligai Betason II, di Kecamatan Mentok, Jum’at ( 14/8/2026 ).
Badri mengatakan sebagai negara yang besar, persatuan yang terus terjaga wajib disyukuri. Perbedaan suku, agama dan budaya bukanlah sebagai halangan, melainkan kekuatan negeri ini dalam merajut kebersamaan.
Pemerintah akan terus berkomitmen untuk menjalankan roda pembangunan yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara 1945.
Menurut dia perjalanan bangsa Indonesia telah memberikan pelajaran berharga bagi kemajuan bangsa. Tidak dibangun dalam waktu yang singkat, kemajuan merupakan hasil dari perjuangan panjang, persatuan, kerja keras, pengorbanan serta komitmen seluruh elemen bangsa.
“Oleh karena itu, semangat yang terkandung dalam setiap Peringatan Hari Besar Nasional hendaknya senantiasa kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi, kepedulian, serta kecintaan terhadap tanah air harus terus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi penerus,” ungkap Badri.
Badri menekankan apa yang dihadapi bangsa ini sangatlah berat, dalam situasi politik saat ini, juga perekonomian dan masalah sosial dalam negeri yang tidak menentu.
“Namun, bagaimanapun kondisi tersebut, tetaplah layak bagi kita semua untuk ambil bagian dalam mengawal jalannya roda pemerintah bangsa dan negara maupun jalan roda pemerintah di Kabupaten Bangka Barat ini,” katanya.
“Sesuatu yang dapat kita perkuat tentunya dari hal yang kecil dan mulailah pada diri sendiri. Sehingga pada akhirnya, kita semua dapat mengisi kemerdekaan bangsa dengan porsi serta jalan hidup masing-masing,” lanjut dia.
Sementara itu Presiden Prabowo dalam pidatonya mengatakan, pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan sejak dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia.
Hal tersebut dia sampaikan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat ( 14/8 ).
Presiden menjelaskan, 121 kebijakan transformatif tersebut dijalankan dalam 663 hari pemerintahan atau rata-rata satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
Kebijakan-kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk sejumlah persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,”kata Prabowo.
Menurut dia capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.
Namun demikian Prabowo menegaskan bahwa pemerintah belum dapat menyatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai.
“Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,”katanya.
Salah satu capaian yang disampaikan Prabowo adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun.
Delapan komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit.
Dalam mendukung capaian tersebut,
pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.
Prabowo mengatakan, kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan keuntungan PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8 persen.
Di sektor energi, menurut Presiden, Indonesia mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel dengan campuran biodiesel B50.
Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan berhasil menghemat devisa sebesar Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,”cetusnya.
Rapat paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dihadiri Wakil Bupati Yus Derahman, sejumlah anggota DPRD, unsur Forkopimda, segenap kepala OPD, perwakilan instansi vertikal serta tamu undangan lainnya. ( SK )
Ketua DPRD Babar Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Persatuan, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif






























