Muntok — Banjir yang merendam rumah warga di Kampung Ulu, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok mengundang perhatian Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, Sekda Muhammad Soleh bersama unsur Forkopimda serta perwakilan Unmet PT. Timah.
Rombongan petinggi Bangka Barat tersebut langsung mendatangi lokasi banjir. Tampak hadir Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, Kasat Pol PP Bangka Barat, Sidarta Gautama, serta Divisi CSR Unit Metalurgi ( Unmet ) Muntok.
PT. Timah melalui Unmet Muntok mengucurkan bantuan gerak cepat, diantaranya berupa air mineral dan mie instant masing – masing 10 dus untuk dapur umum.
” Kita masih berharap hujan berhenti sebelum air pasang karena kalau curah hujan masih tinggi air pasang naik banjir menggenangi Kampung Ulu,” ujar Bong Ming Ming kepada awak media di sela pemantauan, Selasa ( 18/5 ).
Untuk itu kata dia, sebagai langkah antisipasi, pihak Tagana, Dinsospemdes, Sat Pol PP, Polres, PT. Timah serta Kodim 0431 mendirikan dapur umum untuk persiapan jika banjir terjadi lagi, termasuk persiapan bila evakuasi warga berikut barang – barangnya memang dibutuhkan.
Selain itu, pihaknya akan mengejar percepatan penyelesaian kolam retensi yang sedang dikerjakan Pemprov Bangka Belitung di Jalan Kejaksaan, Muntok.
” Insya Allah berikutnya kita akan mengejar kolong retensi yang dari Provinsi dan Insya Allah kita juga ke depan dengan kawan – kawan di kabupaten semua unsur lah ada PUPR dan sebagainya sudah mempersiapkan planning berikutnya, terutama untuk tahun 2022 mengatasi banjir,” kata dia.
Hal yang tidak kalah penting sebut Ming Ming, menjaga aset vital Bangka Barat, Bukit Menumbing yang selama ini kerap dijarah para penambang liar. Sebab, penyebab banjir di Muntok salah satunya juga dipicu oleh aktivitas penambangan ilegal tersebut.
Pihaknya juga akan meninjau check dam di Kampung Ciulong, Kelurahan Sungai Daeng. Dikhawatirkan telah terjadi pendangkalan pada aliran sungai tempat penahan banjir di sekitar infrastruktur hasil karya PUPR Bangka Barat tersebut sehingga menjadi penyebab air meluap.
Apalagi banjir kali ini terjadi disaat air laut sedang tidak pasang.
” Makanya check dam yang paling atas akan kita pantau. Setelah itu kita koordinasi lagi dengan kawan – kawan wartawan untuk melaporkan waktu per waktu kondisi check dam dan sebagainya dan kita berharap semuanya baik dan tidak terjadi banjir,” tutup Bong Ming Ming. ( SK )






























