142 Pesilat Unjuk Gigi dalam Kejuaraan Pencak Silat Kajari Bangka Barat Cup 2021

Muntok — Ketertarikan Helena Octavianne terhadap pencak silat diwujudkannya dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Kajari Bangka Barat Cup 2021 yang digelar di Gedung Serba Guna, Kecamatan Muntok yang dimulai hari ini, Rabu ( 7/4 ).

Kejuaraan ini akan berlangsung selama tiga hari, ( 7-9/4 ) diikuti 142 atlet binaan perguruan – perguruan yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia ( IPSI ) Kabupaten Bangka Barat.

Menurut Ketua Pelaksana sekaligus Sekretaris IPSI Bangka Barat, Malika HNS, selain kategori tanding, seni tunggal pencak silat juga ikut dimasukkan ke dalam kompetisi.

Tujuan kejuaraan kata Malika, diantaranya dalam rangka pemantauan untuk mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan IPSI serta mencari bibit – bibit atlet yang akan dipersiapkan untuk menghadapi POPDA 2022 dan PORPROV 2023.

Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejari Bangka Barat, Desemanto mewakili Kajar Helena Octavianne secara resmi membuka kejuaraan tersebut ditandai dengan pemukulan gong, didampingi Ketua KONI Bangka Barat, H. Muhammad Amin, Ketua IPSI, Ivan Setiawan, Camat Muntok, Sukandi serta segenap Kepala OPD Pemkab Bangka Barat.

Ketua IPSI Bangka Barat, Ivan Setiawan dalam sambutannya mengatakan, kompetisi ini diharapkan dapat
membentuk generasi pesilat baru yang tangguh dan taat hukum sesuai tema yang diusung.

” Karena apa? Karena perjuangan kemerdekaan kita ini dimulai dari para pendekar,” cetus Ivan.

Dia mengingatkan kepada para peserta dan panitia untuk mematuhi protokol kesehatan. Para penonton tidak diperkenankan masuk ke dalam gedung dan hanya dapat menyaksikan dari luar.

” Jadi kami mohon maaf kepada para penonton, kalian tidak bisa masuk untuk menyaksikan, tapi bisa disaksikan dari luar. Ini demi mentaati protokol kesehatan,” ujar Ivan.

Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejari Bangka Barat, Desemanto membacakan sambutan Kajari, Helena Octavianne mengatakan, Kejari mendapat kehormatan besar dari IPSI untuk menghadirkan Kejuaraan Pencak Silat yang bersifat regional di wilayah Bumi Sejiran Setason.

” Kejuaraan ini diselenggarakan untuk mencapai beberapa tujuan, sebagai ajang silaturahmi untuk insan pencak silat, memberikan wadah kepada para pesilat untuk unjuk diri dan prestasi dan sebagai sarana untuk mencari potensi para pesilat yang dapat dibina untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Desemanto.

Tujuan lainnya, membuat masyarakat mengenal dan bangga dengan berbagai budaya pencak silat yang berasal dari wilayahnya sendiri serta membuat silat Bangka Barat yang terdiri dari banyak cabang menjadi lebih terkenal baik secara nasional maupun internasional.

” Kami berharap kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaiknya – baiknya dan menjadikannya sebagai sarana berlatih yang baik,” tutupnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: