1 Penyelam Ponton Hilang di Penganak, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

HEADLINE, MARITIM473 Dilihat

BANGKA BARAT — Kecelakaan tambang laut kembali terjadi. Kali ini dialami seorang pekerja ponton tambang timah yang dikabarkan hilang saat bekerja di perairan Pantai Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin ( 18/8/2025 ).

Kansar Pangkalpinang menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa ( 19/8 ). Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa ada satu pekerja diduga jatuh dan tenggelam dari atas ponton di perairan Pantai Penganak.

“Kami segera memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan pencarian di sana,” ujar Oka, Selasa ( 19/8 ).

Menurut Oka, korban seorang laki-laki berinisial W (46) merupakan warga domisili Bengkulu, sebelumnya hilang pada Rabu sekitar pukul 16.45 WIB.

Diketahui W terakhir kalinya terlihat pada pukul 16.30 WIB sedang istirahat duduk di atas ponton setelah melakukan penyelaman.

“Rekan – rekan kerja korban sudah berupaya melakukan pencarian dengan menghampiri ponton – ponton terdekat serta melakukan penyelaman di bawah ponton hingga malam hari namun korban belum ditemukan,” terang Oka.

Pencarian pun dilanjutkan keesokan harinya hingga siang, namun korban tidak ditemukan juga. Selanjutnya rekan W melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.

Oka mengatakan Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim Rescue menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 1°33’44.6″S 105°24’23.6″E di perairan Pantai Penganak.

Tim SAR gabungan yang didukung Rescuer USS Mentok, Polsek Jebus, Satpolairud Polres Bangka Barat dan pihak keluarga korban berusaha melakukan pencarian.

“Yang menjadi kendala kami yakni pada pelaporan kejadian ke kami ini agak lama sehingga Probability of detection (POD) semakin kecil apabila pelaporannya terlambat,” ucap Oka.

“Kami harap kepada seluruh masyarakat apabila mengetahui kejadian seperti ini agar segera melaporkan ke kami sehingga peluang ditemukannya korban semakin besar,” sambung dia.

Saat ini Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *