Warga Babar Tagih Janji Pemprov Kucur Rp. 600 Ribu Selama Tiga Bulan

Kelapa — Masyarakat mulai menagih janji Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu 50 Kepala Keluarga ( KK ) di desa – desa Bangka Barat sebesar Rp. 600 ribu perbulan selama tiga bulan. Hingga kini janji tersebut belum juga terealisasi.

Padahal bantuan yang djanjikan tersebut sangat diharapkan dan dinantikan pada situasi pandemi Covid – 19 sekarang ini.Sedangkan data calon penerima sudah dikirimkan, namun hingga kini warga belum menerima bantuan Bansos lainnya sebab sudah diplot untuk bantuan yang dijanjikan Pemprov Babel.

Hal tersebut dikeluhkan Pj. Kades Air Bulin, Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, Abdul Muttalib.

” Sementara warga kami lainnya di desa sudah dua atau tiga kali terima bantuan baik dari BLT Dana Desa, BST Kemensos, maupun bantuan JPS dari APBD Pemkab Bangka Barat. Sementara mereka yang dimasukin untuk bantuan provinsi belum apalah dapatnya. Kan kasihan kami perangkat di desa ditanya warga terus,” keluh Abdul Muttalib, Kamis (11/6/2020 ).

Abdul Muttalib berharap Pemprov Babel agar tidak abu-abu soal janji bantuan tersebut. Ia minta bila memang tidak ada, Pemprov bisa lebih terbuka agar warganya bisa ia alihkan untuk bantuan lain.

“Provinsi harus jelas kalau memang tidak ada bantuan itu disampaikan saja, supaya warga kami bisa kita alihkan ke bansos lainnya,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua BPD Desa Air Bulin, Ferry.

Ferry sangat menyayangkan janji Pemprov Babel yang dinilai sangat lamban mencairkan bantuan yang dijanjikan, sementara pihaknya terus diberondong pertanyaan oleh warga yang tak kunjung menerima bantuan apapun.

” Kami di desa terus menerus ditanya warga kenapa yang lain sudah dapat bantuan lebih dari satu kali, tapi kami lainnya sebutir beras juga belum terima. Kami di desa kuatir, masyarakat nanti beranggapan dana bantuan Provinsi itu sudah cair tapi pihak desa yang tidak mau salurkan. Saya sampai bilang, kalau ada yang berpikir seperti itu, silakan datang sisir kantor desa,” tukas Ferry.

Dia berpandangan, sebaiknya Pemprov berani jujur dengan masyarakat soal janji bantuan tersebut.

“Akan lebih bagus Pemprov jujur saja kalau memang ada silakan salurkan, jangan omong data belum dikirim, data kami dari desa sudah lama dikirimkan. Ingat, kalau sampai janji bantuan tidak cair, kami yang didemo sebab masyarakat taunya desa,” cetusnya.

Keluhan yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan Kepala Desa Mancung, Herlizon. Menurutnya, ia juga sering ditanya warga tentang bantuan tersebut.

” Soal janji bantuan Provinsi itu sejujurnya warga sering tanya. Saya selalu sampaikan mohon bersabar tapi kami harap tidak lama-lama segera dicairkan karena masyarakat nunggu janji Pemprov. Jangan sampai warga kita di-PHP soal bantuan itu,” ungkap Herlizon. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: