Ternyata Kue Ganefo Berkaitan dengan Sepak Terjang Politik Luar Negeri Bung Karno

BANGKA BARAT, HEADLINE1291 Dilihat

BANGKA BARAT — Hal menarik yang menggelitik hati pasti akan dirasakan orang – orang saat mendengar nama kue ganefo, penganan berbahan tepung ubi kayu dengan tampilan lapisan berwarna merah, hijau dan kuning.

Kue tradisional orang Mentok ini dijadikan materi pelatihan pada Kegiatan Pelatihan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Barat, di Gedung Perpustakaan Daerah di Kecamatan Mentok, Kamis ( 6/7/2023 ).

Chairul Amri Rani dari Mentok Heritage Community ( MHC ), narasumber pada kegiatan tersebut tidak menampik, nama ganefo berkaitan dengan politik.

Menurut dia, Ganefo itu singkatan dari Games of the New Emerging Forces, pesta olahraga negara – negara berkembang pada tahun 1963 yang digelar di Indonesia. Ganefo merupakan pesta olahraga tandingan Olimpiade yang digagas “Bung Besar “.

Dituturkan Amri, Ganefo merupakan wujud perlawanan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno terhadap Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Sekitar tanggal 10 sampai 22 November 1963 Ganefo diselenggarakan di Jakarta. Kenapa Bung Karno menyelenggarakan Ganefo mengundang banyak negara luar, karena dulu kita waktu penyelenggaraan Asian Games di Indonesia tidak mau mengundang Israel dan Taiwan. Oleh Komite Olahraga Internasional kita dibekukan atau dikeluarkan,” tutur Amri.

Mengutip dari https://lamongankab.go.id/, Soekarno tidak mengundang Israel dan Taiwan pada Asian Games di Jakarta tahun 1962 sebagai balasan kepada IOC yang melarang keikutsertaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Vietnam Utara dalam Olimpiade. Bahkan, Soekarno terang-terangan menyebut IOC sebagai antek kolonialisme dan imperialisme dan Indonesia pun keluar dari IOC.

Dilatarbelakangi peristiwa tersebut, Bung Karno pun melaksanakan Ganefo yang diikuti 51 negara peserta dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.

Kampanye Ganefo yang gencar dilakukan Bung Karno melalui radio mampu menembus ke seluruh Indonesia, termasuk kota kecil Mentok di bagian barat Pulau Bangka.

“Kaitan dengan kue, rupanya kalau zaman dulu kan tv belum umum orang lebih banyak mendengar radio, termasuk saya yang masih kelas 6 SD waktu Ganefo itu. Saya mendengar dan melihat kejadian-kejadian makanya saya tahu bagaimana Bung Karno pada masa itu mengelorakan semangat Ganefo,” jelas Amri.

Kampanye Ganefo yang gencar tersebut membuat orang – orang Mentok terpengaruh dan ikut bereuforia dengan cara membuat kue ganefo.

“Rupanya itu sampai juga ke kita di Mentok. Nah rupanya orang tua zaman dulu dalam ingatannya itu ganefo ganefo, inget terus, termasuk saya tidak lupa dengan ganefo itu luar biasa. Gelora semangat dari Bung Karno memperkenalkan Ganefo itu luar biasa,” tutur Amri.

“Lalu mereka membuat kue ganefo yang bahannya itu hanya dari ubi kayu pewarna alami tadi, hanya ditambah dengan garam, gula jadi lah kue,” tutupnya. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *