Terkait KIPT Tanjung Ular, Begini Rencana 3 Calon Bupati Bangka Barat

HEADLINE, Politik791 Dilihat

BANGKA BARAT — Pelabuhan Tanjung Ular di Kecamatan Mentok akan menjadi kawasan strategis Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Babel yang akan dikembangkan sebagai kawasan industri dan pelabuhan terpadu ( KIPT).

Hal ini menjadi topik dalam debat kedua, calon bupati dan wakil bupati Bangka Barat pemilihan 2024 yang digelar KPU di Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat di Kecamatan Mentok, Senin ( 12/11/2024 ) malam.

Calon bupati nomor urut 3, Mansah mengatakan, pihaknya sedang mengkaji melihat potensi yang bisa diambil untuk membangun KIPT Tanjung Ular.

Menurut Mansah, hal pertama yang akan dilakukan yaitu, antara RPJPN pusat, RPJMD provinsi dan RPJMD kabupaten harus diselaraskan agar dapat berkolaborasi membangun Tanjung Ular menjadi sebuah kawasan yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

“Hari ini masyarakat kita perlu ada industri untuk penyerapan tenaga kerja, anak-anak kita yang hari ini selesai sekolah tidak punya tempat untuk bekerja. Kita berharap dengan industri ini anak-anak kita terserap untuk bekerja,” ucap Mansah.

“Kemudian UMKM kita hari ini membutuhkan tempat agar mereka bisa mampu memasarkan atau ada daya beli yang tinggi ketika industri ini ada di Bangka Barat,” lanjutnya.

Dia menegaskan pasangan Mandiri ingin memastikan, bahwa kawasan industri Tanjung Ular harus menjadi motor penggerak ekonomi dan berdampak luas bagi kepentingan masyarakat.

“Kami yakin pemerintah pusat membangun ini tidak ini sia-sia. Kami yakin pemerintah provinsi akan membantu, kami punya anggota DPR RI, kami punya anggota DPD nanti membantu kawasan terpadu ini menjadi sebuah kawasan yang kita diidam – idamkan,” cetusnya.

Sementara itu calon bupati nomor urut 1 Sukirman menegaskan, membangun KIPT Tanjung Ular tidak dapat dilakukan secara serta merta, tapi harus dengan segala persiapan dan proses.

Sebagai bupati petahana, kata Sukirman pihaknya telah mempersiapkan BUMD yang akan mengelola Pelabuhan Tanjung Ular.

“Kami susun dua Raperda untuk mempermudah investasi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten ( RPIK ), kemudian Kabupaten Bangka Barat akan menyusun rencana tata ruang dan wilayah ( RTRW ),” jelas Sukirman.

Sebab menurut Sukirman akan ada 5.000 sampai 10.000 hektare lahan yang akan dijadikan kawasan industri terintegrasi ( Tanjung Kalian – Tanjung Ular) yang harus dibangun dan dikelola nantinya.

“Saya pikir itu yang akan kita lanjutkan ke depan dan sudah berproses,” tutup Sukirman.

Sedangkan calon bupati nomor urut 2 Markus menegaskan Pelabuhan Tanjung Ular dibangun di masa ia menjabat sebagai bupati di tahun 2020 yang hari ini harus dimanfaatkan.

Tapi kendala yang dihadapi yakni lahan yang ada di kawasan itu sudah dimiliki perusahaan – perusahaan besar. Dia menegaskan hal ini harus diselesaikan pemda.

“Sebenarnya Pak Mansah, ini harus ada keberanian dari bupati, pemerintah daerah memberikan tindakan tegas. Panggil perusahaan-perusahaan itu kenapa mereka sudah memiliki lahan sebesar itu mereka tidak bangun?,” cetus Markus.

“Atau rekomendasikan BPN untuk dicabut HGU-nya. Itu yang jadi permasalahan di kawasan industri Tanjung Ular. Kedua, kita harus mengajak investor untuk menanamkan modal ini yang paling penting. Tanpa investor tetap begitu-begitu saja,” sambungnya.

Mansah mengucapkan terima kasih kepada Sukirman yang telah membuat regulasi untuk memberikan kemudahan terkait pengelolaan Pelabuhan Tanjung Ular.

“Ternyata empat tahun ini belum terlaksana, baru regulasi. Insya Allah kita laksanakan itu dengan baik ketika kita diberi amanah,” katanya.

“Kemudian Pak Markus terima kasih sudah menggagas Tanjung Ular ini untuk sebuah harapan masyarakat kita,” imbuh dia.

Mansah yakin Pelabuhan Tanjung Ular akan menjadi industri hilirisasi pertambangan, hilirisasi perkebunan dan hilirisasi perikanan dan akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah ( PAD ).

“Dengan PAD besar kita bisa membangun daerah ini dengan baik. Kami yakin apa-apa yang pernah dilakukan teman-teman terdahulu yang berdua ini ( Sukirman – Markus) sudah cukup baik, dan kami yang akan melanjutkannya untuk merealisasikan yang hari ini belum terealisasi,” ucap Mansah.

Menurut dia, masayarakat menunggu aksi nyata bahwa Tanjung Ular betul – betul menjadi kawasan industri, bukan angan-angan dan buaian, dan akhirnya menjadi tempat masyarakat memancing.

“Kami yakin nanti Tanjung Ular ini dijadikan tempat yang bisa betul-betul memberikan dampak yang luar biasa bagi Bangka Barat. Gerbangnya industri Bangka Barat, itu akan kita mulai dari Tanjung Ular. Dulu Mentok ini menjadi kawasan industri pelayaran, hari ini nanti kita buktikan bahwa Tanjung Ular menjadi kawasan pelabuhan internasional, Insya Allah,” cetus Mansah. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *