Serapan Dana Covid Bangka Barat Baru Sekitar 40 Persen

Muntok — Dari total Rp. 130 milyar dana yang disiapkan untuk penanganan pandemi Covid – 19 di Kabupaten Bangka Barat, yang terserap baru sekitar 30 – 40 persen.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ) Bangka Barat, Abimanyu mengatakan, dana tersebut digunakan di bidang kesehatan, terutama untuk penanganan Covid – 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ).

Sedangkan disaat terjadi lonjakan pandemi di Bangka Barat, dana tersebut banyak terserap untuk fasilitas Wisma Karantina serta insentif tenaga kesehatan.

” Yang terbesarnya memang untuk PEN, total semuanya kurang lebih ada Rp. 130 milyar. 130 M itu untuk realisasi sekarang mungkin kisaran 30 – 40-an persen lebih lah yang sudah terserap,” ujar Abimanyu di ruang kerjanya, Kamis ( 21/10 ).

” Nah di akhir tahun kemungkinan yang banyak terserap itu PEN, karena sekarang kan ( pandemi Covid ) melandai, untuk kesehatan tidak terserap penuh, mungkin yang akan terserap penuh itu untuk PEN,” sambungnya.

Menurut Abimanyu, tahun depan kemungkinan masih ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid – 19, tapi nominalnya tidak sebesar tahun sebelumnya. Saat ini pun grafik sebaran virus Corona sudah cenderung melandai. Ia berharap pandemi ini cepat berlalu.

Pemkab Bangka Barat sendiri masih menunggu kebijakan pusat terkait aturan persentase refocusing tersebut, sebab hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

” Misalnya harus merefocusing sekian persen dari DAU, atau pun dana transfer. Itu nanti kebijakan pemerintah pusat. Tahun ini ada beberapa kali perubahan, pertama 8% dari DAU, kemudian 20% dari dana transfer,” ujarnya. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *