BANGKA BARAT — Aksi pemerasan atau minta duit yang dilakukan oknum wartawan di Kecamatan Jebus dan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat belakangan ini membuat resah pelaku usaha dan masyarakat.
Menurut Ketua Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada ) Bangka Barat Rudi Fitrianto, selain mendatangi korban secara rombongan ( lebih dari satu orang ), mereka biasanya memiliki ID Card lebih dari satu, bahkan bisa empat sampai lima kartu identitas wartawan.
“Makanya tadi saya sampaikan ada satu orang yang mengaku wartawan kemudian dia punya empat sampai lima ID card. Ini kan tentunya ada itikad buruk, ya kan? tidak boleh punya itikad buruk seperti itu,” kata Rudi kepada sejumlah awak media, usai acara rapat akbar pangung orasi rakyat, di Lapangan Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Jum’at ( 13/5/2023 ).
Kelakuan oknum wartawan bodrex yang berkeliaran di Kecamatan Parittiga dan Jebus mengusik ketenangan masyarakat, sehingga keresahan yang telah memuncak membuat mereka menggelar rapat akbar dan panggung orasi menyampaikan aspirasinya.
Dari kegiatan tersebut terbit lah empat point pernyataan sikap, salah satunya mereka akan menindaklanjuti masalah oknum wartawan bodrex ke Dewan Pers dan kepolisian.
Rudi mengatakan pihaknya akan mengumpulkan semua data di lapangan terkait aksi pemerasan yang dilakukan oknum wartawan. Data – data yang didapat akan diteruskan ke Dewan Pers dan Kepolisian.
“Di dalam point keempat kesimpulan dari rapat akbar dan kongres panggung orasi rakyat ini, kita akan kumpulkan semua data dan fakta yang terjadi di lapangan yang dilakukan oleh oknum – oknum wartawan bodrex atau wartawan tidak jelas gitulah. Kita akan sampaikan ke Dewan Pers dan kepolisian,” terangnya.
Sebab menurut Rudi fenomena oknum wartawan yang bergentayangan di Kecamatan Parittiga dan Jebus sudah berlangsung cukup lama. Namun tidak ada langkah – langkah untuk menyelesaikannya. ( SK )
Satu Wartawan Punya 4 – 5 ID Card, Rudi Menilai Itu Ada Itikad Buruk





























