Risma Apresiasi Semangat Gotong Royong RS Rutilahu Kampung Tanjung

Muntok — Target 25 rumah Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni ( RS-Rutilahu ) harus rampung dalam satu minggu di Kampung Tanjung Laut, Kecamatan Muntok tidak tercapai.

Renovasi rumah tidak layak huni dalam rangka HKSN yang disponsori oleh Kementerian Sosial dan dikerjakan secara gotong – royong tersebut hanya bisa menyelesaikan satu rumah saja, hingga kedatangan Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat meninjau langsung ke Kampung Tanjung, Minggu ( 19/12 ) pagi.

Didampingi Bupati Bangka Barat, H. Sukirman, Wakil Bupati, Bong Ming Ming, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi dan sejumlah pejabat lainnya, Risma berkeliling melihat satu demi satu rumah yang sedang direnovasi tersebut.

Kendati target yang ditetapkan Kemensos belum tercapai, namun Risma mengapresiasi semangat gotong – royong dari TNI, Polri, Tagana, Satpol PP serta warga setempat untuk menyelesaikan pengerjaannya.

” Saya pikir memang kita harus bersama – sama, yang bagus itu adalah gotong royong, di mana tadi ada partisipasi dari TNI, partisipasi dari Polri, ada dari Satpol PP, ada Tagana yang membantu pembangunan itu,” ujar Risma.

Menurut Risma, semangat seperti itu akan sangat bagus bila bisa dikembangkan di seluruh daerah di Indonesia, apalagi bergotong – royong saling memperhatikan keluarga yang tidak mampu.

Rasa toleransi yang tinggi di Bangka Barat, menurut Risma bisa dikembangkan menjadi suatu kekuatan untuk membuat rakyat lebih sejahtera.

” Apa itu bisa? bisa, kita akan buktikan. Contohnya apa? sebetulnya misalnya agama. Seluruh agama diwajibkan untuk kita membagi zakat. Sebetulnya itu adalah salah satu juga gotong royong, kalau itu bisa benar-benar kita tangani dengan baik, kekuatan gotong royong itu akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat di Bangka Barat maupun di Indonesia,” cetusnya.

Di lain pihak, Mulyani ( 60 ), warga Kampung Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok yang kebagian program RS – Rutilahu, merasa bersyukur telah dibuatkan rumah oleh pemerintah.

Wanita yang tinggal sendirian ini menuturkan, sebelumnya rumah yang ia tempati terbuat dari papan dan atapnya bocor. Kondisi tersebut kerap membuat ia terkena hujan meski berada di dalam rumah. Terkadang, rumahnya juga tergenang banjir.

” Terima kasih lah la dibangun macem ni, nggak kena timpa hujan lagi. Saya tinggal sendirian, anak saya sudah punya rumah sendiri. Kalau pekerjaan
sehari – hari bikin kue, pendapatannya untuk belanja – belanja beli beras jadi lah. Kue yang saya buat ketan sambal, roti moho, kue asli Mentok,” tutur Mulyani. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *