BANGKA — Pasca sosialisasi konsultasi publik penyusunan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) penggalian pasir kuarsa Teluk Uber, PT Berkah Bermuda Energi akan melaksanakan sosialisasi penggalian pasir kuarsa di Desa Teluk Uber Kabupaten Bangka, dengan mendatangkan tim konsultan publik.
Tim konsultan publik Ade Kelana menyampaikan, hari ini pihaknya datang ke lokasi Pantai Teluk Uber untuk melakukan survei titik koordinat.
“Kami hari ini ingin melakukan survei titik koordinat di Pantai Teluk Uber biar semuanya jelas dan clear. Tidak ada yang ditutup – tutupi seperti janji kami saat sosialisasi konsultasi publik yang lalu,” cetus Ade Kelana, Rabu (30/10/24).
Ia juga menjelaskan, tahapan-tahapan seperti permintaan dari warga yang mau dilakukan survei ulang.
“Artinya ini survei lanjutan. Karena pada saat survei yang dilakukan kemarin tidak ada warga yang dilibatkan. Jadi survei hari ini adalah melibatkan warga supaya terbuka,” jelas Ade.
Sebelumnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi konsultasi publik, yang dipaparkan oleh PT BBE mengenai perizinan AMDAL.
“Kita memiliki peta titik koordinat dan menentukan posisi. Yang direncanakan untuk melengkapi perizinan AMDAL,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, tokoh masyarakat setempat, Abun mengatakan, jika pengerukan pasir kuarsa yang akan dilakukan oleh PT BBE akan berdampak pada lingkungan.
“Karena yang dijelaskan oleh tim konsultan publik Ade Kelana yang mau menerbitkan izin AMDAL. Itu kan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan,” katanya.
Menurut Abun saat sosialisasi yang dilakukan perusahaan, terkesan ada arogansi yang ditunjukkan pihak perusahaan.
“Ada tidak izinnya kami tetap jalan. Karena sudah mendaftar di kementerian,” ucap Abun yang menirukan arogansi pihak perusahaan.
Dia mengatakan usai proses yang telah dilakukan survei di lapangan, dari pihak warga tetap menolak keras.
“Warga tetap menolak keras. Jangan sampai nanti ada terjadi yang kondisikan seperti kemarin,” pungkasnya. ( Najib)
Rencana PT BBE Gali Pasir Kuarsa Berlanjut, Begini Komentar Tomas Setempat






























