Pemkab Bangka Barat Mulai Gunakan Vaksin Moderna

HEADLINE, KESEHATAN260 Dilihat

Muntok — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai menggunakan vaksin Moderna pada pelaksanaan vaksinasi Covid – 19 tahap selanjutnya.

Dinas Kesehatan melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Imunisasi ( P3TMI ) Arsul Sani telah mensosialisasikan virus buatan Amerika tersebut kepada masyarakat melalui Radio Duta pada Kamis ( 19/8 ) pagi.

Menurut Arsul, pihaknya telah menyiapkan 400 vial vaksin Moderna dan telah disebar ke 8 Puskesmas serta RSUD Sejiran Setason dan RSBT Muntok.

” Vaksin Moderna ini salah satu ikhtiar kita untuk menurunkan angka kematian dan sakit akibat Covid – 19 ini. Dan untuk vaksin Moderna mungkin agak sedikit berbeda dengan vaksin – vaksin sebelumnya seperti Sinovac, memang Moderna ini tingkat efikasinya itu diatas 94,1 persen,” ujar Arsul usai sosialisasi di Radio Duta, Muntok, Kamis ( 19/8 ).

Dikatakan Arsul, sasaran yang dibidik sebagai penerima vaksin Moderna yaitu dosis 1 dan 2 kepada masyarakat umum yang belum divaksin serta tenaga kesehatan yang akan menerima lagi suntikan ketiga, mengingat para nakes kerap bertemu langsung dengan pasien positif sehingga banyak juga yang ikut terpapar Corona.

Menurut Arsul, vaksin Moderna ini hanya diberikan kepada usia di atas 18 tahun. Sedangkan Sinovac untuk 12 – 18 tahun dan kemungkinan akan lebih dikhususkan lagi kepada anak – anak.

” Vaksin Moderna juga ini boleh diberikan kepada ibu hamil tapi dengan syarat kehamilannya sudah diatas 3 – 7 bulan dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis,” katanya.

Kelebihan vaksin Moderna menurut dia, dapat diberikan kepada penderita hipertensi dan Diabetes Melitus, terutama orang yang berusia lanjut.

” Penyakit – penyakit hipertensi, DM selama dia terkontrol masih bisa diberikan, terutama usia lanjut. Usila ini sangat rentan, oleh karena itu kita butuh kekebalan, membentuk kekebalan kepada nenek – nenek kita kakek – kakek kita atau penderita – penderita yang mempunyai komorbid ini, tidak mengapa tapi selama itu terkontrol kita akan tetap berikan vaksinasi,” papar Arsul.

Dengan demikian apabila orang yang telah divaksin terserang Covid, maka gejalanya tidak terlalu parah dan bisa diatasi dengan cepat.

Memang menurut Arsul, setelah disuntik penerima vaksin Moderna akan mengalami efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ( KIPI ) seperti demam ringan, menggigil dan diare.

Tetapi hal tersebut adalah respon yang baik untuk membentuk kekebalan di dalam tubuh. Artinya setelah mendapat vaksin Moderna atau vaksin sebelumnya pada prinsipnya hal itu bertujuan membentuk kekebalan.

Saat ini masyarakat Bangka Barat yang telah divaksin baru sekitar kurang lebih 30 persen. Arsul berharap masyarakat tetap antusias pula untuk divaksin dengan Moderna.

” Kita berharap setelah adanya distribusi vaksin dari pemerintah pusat berbondong – bondong masyarakat. Kita berharap terbentuknya kelompok atau herd immunity. Pandemi ini bisa dihentikan ketika sudah ada herd immunity atau kekebalan kelompok. Dan salah satu upaya nya adalah vaksinasi,” harapnya.

” Kita berharap minimal 70 persen dari masyarakat kita dapat tervaksinasi sehingga kekebalan kelompok dapat terbentuk dengan baik,” sambungnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *