Pemakaman Pasien Covid Meninggal Dunia Tidak Menghilangkan Kaidah Agama

Muntok — Koordinator Tim Angla Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Kapten Laut Yuli Prabowo menegaskan, pemakaman pasien Covid – 19 yang meninggal dunia tidak menghilangkan kaidah agama yang biasa dilakukan dalam prosesi pemakaman.

Pihak keluarga diperkenankan membaca doa, mengazankan dan lain – lain dengan syarat harus mengenakan Alat Pelindung Diri ( APD ) lengkap.

” Jadi pemakaman ini tidak menghilangkan kaidah agama, baik keluarga pun yang hadir bisa tapi harus menggunakan APD lengkap. Mungkin perwakilan ada yang mengadzankan biasanya begitu, tapi harus menggunakan APD lengkap,” jelas Yuli Prabowo saat acara sosialisasi pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia, di Kantor Satpol PP Bangka Barat, Selasa ( 9/3 ) sore.

Dikatakannya, hal paling penting untuk diperhatikan tim adalah mengumpulkan APD yang telah digunakan saat pemakaman selesai. Semua barang – barang tersebut harus dikumpulkan ke dalam kantong plastik dan dibuang oleh tim Puskesmas ke tempat pembuangan.

Limbah medis tersebut tidak boleh sampai berserakan dan tersebar kemana – mana. Prabowo menegaskan, pada tahap akhir ini, tim harus benar – benar disiplin.

” Ini yang penting sekali Pak, pengakhirannya ini yang penting, jangan sampai tersebar gara – gara tidak disiplin pada saat limbahnya, ini yang kita antisipasi. Di mana – mana seperti itu, di rumah sakit juga lebih kurang disiplinnya seperti ini,” tukasnya.

Saat melepas APD pun tegas Bowo, semua harus disemprot disinfektan, setelah itu baru dikumpulkan.

” Kita sudah melaksanakan pemakaman lima kali, alhamdulillah semua berjalan lancar. Mudah – mudahan itu yang terakhir di Muntok kita tidak menginginkan semuanya,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: