Masyarakat Keluhkan Fasilitas Toilet Umum di Wisuda Santri di Lapangan Atletik Babar

BANGKA BARAT — Ribuan masyarakat tumpah ruah di Lapangan Atletik Pemda Bangka Barat di Kecamatan Mentok, menghadiri acara wisuda santri TKA/TPA ke – XXII tahun 2025, Sabtu ( 14/6/2025 ).

Namun sayangnya masyarakat yang hadir merasa kesulitan saat hendak buang air kecil, pasalnya tidak ada toilet portable yang disediakan panitia.

Sementara di Lapangan Atletik sendiri, fasilitas toilet juga tidak memadai untuk acara besar dengan ribuan undangan seperti wisuda ini.

Masyarakat yang hadir pun terpaksa menyerbu toilet di sekitar Kantor Bupati Bangka Barat untuk menuntaskan hajatnya, menciptakan antrean yang cukup panjang.

Beberapa warga sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka berharap ke depan masalah toilet untuk acara seperti ini seharusnya bisa diantisipasi.

“Harapannya agar masalah seperti ini sudah dipikirkan dan diantisipasi, karena yang datang ini kan jumlahnya ribuan,” ujar salah satu warga.

Menanggapi hal ini, Bupati Bangka Barat Markus mengatakan, seharusnya pihak penyelenggara ( BKPRMI Bangka Barat) melakukan koordinasi dengan BPBD maupun Dinas PUPR terkait masalah toilet ini.

“Harusnya berkoordinasi tadinya ke BPBD atau PU. Nanti lah ini akan jadi bahan evaluasi kita ke depan,” ujar Markus.

Sementara itu Ketua BKPRMI Bangka Barat Nendar Firdaus mengatakan, memang sebenarnya Lapangan Atletik bukan untuk tempat wisuda. Tapi Disdikpora memberikan tempat ini sebagai alternatif karena kegiatan ini tidak memungkinkan dihelat di dalam ruangan.

“Terkait masalah sarana seperti WC masih kurang, ya sekali lagi kita harus menerima memaklumi karena memang keberadaan tempat atlet ini bukan tempat wisuda sebenarnya,” kata Nendar.

“In Syaa Allah itu bisa kita selesaikan ke depan In Syaa Allah kita selalu melakukan perbaikan – perbaikan,” lanjut dia.

Menurut Nendar, kondisi seperti ini hal biasa dan lumrah, apalagi peruntukan arena atlet ini bukan untuk tempat wisuda.

“Kami dari pihak BKPRMI sebenarnya terima kasih sudah diberi akses untuk melaksanakan wisuda di tempat yang saya pikir sangat representatif,” ucapnya.

Nendar menambahkan, ke depan tentu pihaknya akan melakukan evaluasi agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

“Pasti kami akan melakukan evaluasi terutama terkait dengan masalah WC. Jadi ini bukan kesalahan pihak Dikpora atau pihak atlet, tidak ada. Jadi ini memang bukan tempat wisuda, ini alternatif terbaik sehingga artinya masyarakat atau orang tua bisa melihat nantinya secara kasat mata wisuda itu seperti ini,” tutup Nendar. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *