Mantan Narapidana Boleh Nyalon Jadi Bupati di Pilkada

Muntok — Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum ( PKPU ) Nomor 1 tahun 2020, mantan narapidana boleh mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati dalam Pilkada, kecuali mantan terpidana kasus narkoba dan kejahatan seksual anak.

” Selain itu boleh, mau terpidana pembunuhan misalnya boleh nyalon. Mau mantan terpidana korupsi boleh nyalon selama memenuhi ketentuan,” jelas Ketua KPU Bangka Barat, Pardi usai Raker Persiapan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat tahun 2020 di D’Orange Cafe, Jalan Raya Peltim, Muntok, Kamis ( 6/8/2020 ).

Adapun ketentuannya dijelaskan Pardi, untuk kasus tindak pidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara, yang bersangkutan harus menunggu lima tahun setelah keluar dari tahanan baru bisa mencalonkan diri.

” Itu untuk mantan terpidana yang ancamannya di atas lima tahun. Kalau tipiring ( Tindak Pidana Ringan ) dia cukup mengumumkan saja. Sama, semua mantan terpidana harus mengumumkan. Cuma kalau yang di bawah lima tahun, dia cukup mengumumkan saja. Nggak perlu nunggu harus bebas tiga bulan dulu, nggak,” cetusnya.

Bahkan kata dia, untuk tipiring yang sudah bebas dengan status Cuti Bersyarat ( CB ) pun boleh mencalonkan diri.

” Karena itu cuti bersyarat kan boleh. Ada yang CB boleh. Sebenernya masih terpidana, cuman ya sudah cuti bersyarat sudah bebas, boleh mencalonkan karena itu kan tipiring tindak pidana ringan ancamannya di bawah lima tahun,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: