Makam Jamal di Kebun Nanas Dibongkar Polisi, Ini Tujuannya

HEADLINE, HUKRIM731 Dilihat

BANGKA BARAT — Tim Forensik bidang Dokkes Polda Bangka Belitung dan Polres Bangka Barat membongkar makam Jamal Abdul Naser ( 65 ) warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok yang diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan hingga meninggal dunia, Kamis ( 4/7/2024 ).

Pembongkaran dilakukan di Tempat Pemakaman Umum Kebun Nanas Kelurahan Sungai Daeng bertujuan untuk mencari bukti baru kasus curas tersebut.

Dokter Forensik Polda Bangka Belitung, dr. Suroto mengatakan pihaknya menemukan tanda – tanda pendarahan di otak.

“Dari kepala terutama itu kita temukan tanda – tanda ada pendarahan di otak karena walaupun sudah mulai pembusukan tetapi tandanya masih kelihatan. Jadi ada pendarahan di otak ada juga kerusakan otak. Menekan pusat pernafasan sehingga dia meninggal,” jelas Suroto.

Menurut dia luka itu akibat benda tumpul. Selain itu ditemukan juga robekan kulit kepala menembus sampai ke tulang. Bisa jadi akibat pukulan berulang – ulang oleh pelaku ke kepala korban.

“Tanda – tanda lain di tubuh tidak temukan karena sudah proses pembusukan juga. Kesimpulan, kemungkinan penyebab kematiannya sementara ya ini trauma kepala akibat benda tumpul yang menyebabkan pendarahan di kepala kemudian mati lemas,” papar Suroto.

Jamal Abdul Naser ( 65 ) ditemukan tewas di kawasan Pelabuhan Tanjung Api Api, Sumatera Selatan dalam keadaan mengenaskan, Jum’at ( 21/6 ) lalu, tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Banyuasin.

Diduga Jamal menjadi korban pencurian dengan kekerasan di kediamannya di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Diduga jenazahnya dilarikan ke Sumatera Selatan menggunakan kapal ferry melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok oleh pelaku untuk menghilangkan jejak.

Hingga kini anggota Polres Bangka Barat masih memburu pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. ( SK )



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *