BANGKA BARAT — Nasib nahas dialami Lidya alias Ulik ( 32 ) warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Wanita ini terlibat tindak pidana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Naser yang dilakukan suaminya Tri Martin dan rekannya Sandra.
Lidya yang ikut menjadi buronan selama setahun akhirnya berhasil diringkus polisi saat melarikan diri dan bersembunyi di dusun di rumah orang tuanya, Rabu ( 15/10/2025 ).
Pelarianya berakhir di rumah kontrakan, Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, Sumatera Selatan.
Kasus ini sempat viral karena jasad Jamal yang terikat tali plastik dan dililit dengan kasur dibuang di semak -semak dekat Pelabuhan Tanjung Api-api, ditemukan warga sekitar.
Lokasi penemuan mayat tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Jumat (21/6/2024) silam.
Lidya yang mengenakan baju tahanan warna orange terlihat santai saat dihadirkan pada konferensi pers di Mako Polres Bangka Barat, Jum’at ( 17/10 ).
Kepada wartawan dia mengaku tidak banyak tahu terkait kasus yang menjeratnya, alasannya karena hanya mengikuti perintah suaminya Tri Martin yang saat ini masih diburu polisi.
“Tidak tahu. Aku ditangkap juga saat ke Palembang,” kata Lidya kepada awak media, Jumat (17/10/2025).
Namun dia tidak menampik motif mereka menghilangkan nyawa Jamal karena ingin menguasai hartanya. Menurut dia mereka kenal Jamal baru sepuluh hari selama mereka ngontrak rumah di Kecamatan Mentok.
Selama di Mentok, Jamal dan tersangka tampak dekat karena diajak korban jalan – jalan hingga makan-makan. Tapi dia mengaku tidak ada hubungan asmara dengan Jamal, hanya teman saja.
“Karena ingin mengusai harta, mobil korban. Baru sepuluh hari kenal, kami tinggal di kosan di Mentok. Tidak ada ( hubungan asmara), hanya pernah diajak makan dengan teman teman lain,” katanya.
Setelah melakukan pembunuhan, Lidya bersama Tri Martin dan Sandra kabur ke Sumatera Selatan. Menurut dia
selama satu tahun pelarian dia dan suaminya tidak lari kemana-mana hanya berada di Desa Batu Gajah Lama saja.
“Kami di dusun itulah tidak kemana mana, ikut orang tua. Jadi kami mencari karet,” imbuh dia.
Terkait jasad Jamal yang dibuang ke semak-semak, menurut dia hal itu dilakukan oleh suaminya Tri Martin. Sedangkan dia mengaku tidak tahu.
“Suami aku melakukan, ia mau buang mayat aku tidak tahu apa-apa,” katanya. ( SK )
Lidya Terlibat Pembunuhan Jamal karena Ikut Perintah Suami





























