Lia Shine Dapat Ide Menjual Novel Secara Indie Lewat Instagram

Bangka Barat, Berita32 Dilihat

Duta Radio – Penulis Novel Terpaksa Menikah asal Desa Pusuk Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat,  Lia Shine mengatakan, mendapatkan ide untuk menjual novel karyanya secara indie melalui instagram.

Lia Shine mengungkapkan itu saat ditemui di stand  Taman Kanak – Kanak Kecamatan Kelapa dalam acara Gebyar Pendidikan Kabupaten Bangka Barat di SMP Negeri 3 Muntok, Kamis ( 23/11/2017 ).

” Kebetulan melihat di instagram, untuk mengambil mudahnya. Kan karya pertama yang berjudul Shana, mau terbit secara mayor, tapi proses terbitnya lama. Jadi karena saya pengen punya buku, makanya saya terbitkan secara indie,” ungkap Lia, Kamis ( 23/11/2017 ).

Selanjutnya, gadis yang bernama asli Komeliasari ini menjelaskan, setelah novel Terpaksa Menikah selesai di cetak, pihak penerbit dari Hanami mengirimkan novel tersebut kepada Lia, dan gadis mungil ini bekerjasama dengan temannya yang ada di kota Malang Jawa Timur yang kebetulan punya toko buku on line.

” Dari penerbit mengirimkan bukunya ke saya, terus saya juga bekerjasama dengan teman yang ada di Malang, kebetulan dia punya toko buku on line, jadi lewat dia penyebarannya. Bisa dipesan lewat penerbit juga,” papar Lia.

Lia mengaku tidak mengetahui persis proses  penjualan buku melalui mayor label, karena segala urusan mengenai pemasaran,  semuanya ditangani oleh pihak label atau penerbit. Karena hal itulah dia lebih memilih jalur indie.

” Nggak tau ya, itu kan urusan penerbit. Kalau mayor, saya nggak ngerti gimana, mereka lah yang mengurusnya. Kalau indie kan kita sendiri yang menjalani mau bagaimana, laku banyak misalnya, kalau mayor beda,” ujar Lia.

Mengenai biaya yang dibutuhkan untuk mencetak buku di percetakan, Lia tidak menyebutkan nominalnya, namun dikatakannya semakin banyak buku yang dicetak akan semakin murah biayanya.

Lia menambahkan, novel Terpaksa Menikah sudah lima kali cetak dan telah terjual sebanyak 200 buku. Untuk cetakan kelima dengan cover yang baru, Lia mencetak 25 buku dan akan mencetak lagi jika cetakan kelima tersebut habis terjual.

“Yang sudah laku ya kira – kira hampir 200 buku. Yang kelima dengan cover baru, saya menunggu habis dulu penjualannya. Novel cetakan kelima kali ini sebanyak 25 buku,” pungkas Lia.  ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar