Komisi I DPRD Babar Sampaikan Tiga Point Terkait Covid – 19 kepada DPRD Babel

Muntok — Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Barat mengunjungi DPRD Provinsi Bangka Belitung. Kehadiran Naim, Apandi, Eko Ferdika Putra, Alha Agus, Suherdi, Dedi Egipty dan Rubiansyah disambut Wakil Ketua DPRD Provinsi Babel, Hendra Apollo didampingi Bong Ming Ming, H. Sukirman, Arbiyanto dan Yus Derahman.

Menurut Bong Ming Ming, Alha Agus bersama rekan – rekannya datang ke DPRD Provinsi Babel pada Rabu ( 22/4/2020 ).

” Kawan – kawan dari Bangka Barat datang kepada kita untuk konsultasi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait penanganan Covid – 19,” kata Bong Ming Ming via WhatsApp, Sabtu ( 24/4/2020 ) malam.

Menurut anggota DPRD Babel Dapil Bangka Barat ini, ada tiga point yang disampaikan Ketua Komisi I, Naim bersama rekan – rekannya tersebut.

” Pertama, mengenai pembukaan jalur Pelabuhan Tanjung Kalian. Mereka minta agar jalur pelabuhan itu jangan dibuka sebab mereka khawatir tentang penyebaran virus Corona, apalagi dengan kondisi yang kemaren terjadi penumpukan dan desak – desakan di areal pelabuhan,” kata Ming Ming.

Kalau pun harus di buka lanjut Ming Ming, harus diatur berapa maksimal penumpang yang bisa menyeberang dalam satu minggu. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) juga harus diatur.

Selain itu, Pemprov Babel dan Pemkab Bangka Barat harus menyiapkan tempat karantina. Penumpang yang datang langsung dikarantina selama 14 hari, setelah itu baru boleh pulang ke rumah masing – masing.

Point kedua yang disampaikan DPRD Bangka Barat, mereka mengusulkan harus ada data terpadu, baik dari Pemprov, Pemkab sampai ke tingkat desa mengenai penyaluran dana Bansos sehingga bisa menaungi semua masyarakat dan tidak terjadi tumpang tindih.

” Terakhir, diusulkan juga oleh mereka agar ada petugas medis, sebagai team bersama, antara Kabupaten dan Provinsi dan harus diperhatikan juga mulai dari APD, asupan gizi, vitamin, dan tambahan insentif mengingat mereka adalah gugus terdepan yang berhadapan dengan para penumpang yang datang maupun pergi, artinya mereka punya resiko yang tinggi dalam menjalankan tugas,” pungkas Ming Ming. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: