KM Lintas Armada Terbalik dan Tenggelam di Perairan Pangkalbalam

HEADLINE, MARITIM582 Dilihat

PANGKALPINANG — Kapal KM Lintas Armada Nusantara tenggelam di alur dalam perairan Pelabuhan Pangkalbalam, Minggu ( 7/7/2024 ).

Sebelumnya pada hari yang sama sekiira pukul 03.17 WIB kapal dengan 13 ABK tersebut diketahui lego jangkar di area alur dalam Pelabuhan Pangkalbalam, tepatnya di depan KM Sentosa 12.

Menurut keterangan ABK, arus muara Pangkalbalam pada saat kejadian sedang surut deras menyebabkan kapal KM Lintas Armada Nusantara yang lego jangkar alami larat dan hanyut ke depan haluan KM Sentosa 12.

Nahkoda kapal yang mengetahui hal tersebut bergegas menghidupkan mesin, namun kondisi arus yang cepat menyebabkan kapal tidak sempat olah gerak hingga menabrak bagian depan haluan KM Sentosa 12 dan terbalik.

Menurut penuturan salah satu ABK kapal, kejadian tersebut berlangsung sangat cepat sehingga mereka tidak dapat menggerakkan kapal untuk menghindari tabrakan yang disebabkan oleh arus muara yang cepat.

Kapal tersebut langsung miring secara cepat dan seluruh ABK segera mengevakuasi diri ke lambung kapal yang miring.

Nahkoda kapal tersebut langsung menghubungi unsur maritim KSOP Pangkalbalam dan menginfokan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk bantuan evakuasi.

Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan pihaknya memberangkatkan satu tim rescue menuju Last Known Position (LKP) kapal tersebut menggunakan RBB 01 Basarnas.

Tim SAR gabungan terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR KARNA, Pelindo, KSOP, Balai Kekarantinaan Kesehatan, dan agen kapal yang terdiri dari dua alut, RBB Basarnas dan Pilot Boat Pelindo.

“Tim segera bergegas menuju KM Lintas Armada yang miring dan tenggelam setengah pada alur dalam Pelabuhan Pangkalbalam. Sebanyak 13 orang ABK beserta nakhoda berhasil diselamatkan dan dievakuasi menuju Pelabuhan Pangkalbalam,” terang Oka.

Sementara kapal milik mereka yang mengalami kondisi tenggelam kata Oka akan dievakuasi oleh agen kapal bersama Pelindo agar alur pelayaran tidak mengalami gangguan.

Menutut Oka, karena kejadiannya sangat cepat menyebabkan para ABK hanya mampu menyelamatkan beberapa barang berharga, sedangkan muatan pupuk masih berada di kapal dan tidak dapat mereka selamatkan.

“Namun semua ABK kapal berhasil kita selamatkan bersama Tim SAR gabungan. Semoga sinergitas ini dapat tetap terjalin dalam respon cepat pelayanan SAR di wilayah Kepulauan Bangka Belitung,” tutup Oka.( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *