Kick Off Tahap II Vaksinasi Covid Bangka Barat Diawali Kepala OPD dan Wartawan

Muntok — Vaksinasi Covid – 19 Tahap II menyasar kantor pelayanan publik di lingkungan Pemkab Bangka Barat dan para wartawan. Pelaksanaan penyuntikan digelar di Gedung Graha Aparatur, Kompleks Perkantoran Terpadu di Desa Belo Laut, Muntok, Rabu ( 3/3) pagi.

Kick off vaksinasi pelayanan publik dimulai dari para kepala OPD, anggota DPRD, camat serta pegawai Pengadilan Negeri ( PN ) Mentok.

Penerima vaksin pada kick off di Graha Aparatur berjumlah 172 orang, terdiri dari Kepala OPD dan Camat 27 orang, PN Mentok 28, DPRD 25, wartawan 14, SDMK Dinas Kesehatan 10 serta jejaring Puskesmas Dinkes 13 orang.

Namun dari 14 wartawan yang didata, hanya 8 orang yang hadir di Graha Aparatur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Ahmad Saefudin mengatakan, hari ini vaksinasi dijadwalkan di empat titik, yakni di Graha Aparatur, Polres Bangka Barat, Kejaksaan Negeri dan RSBT Muntok.

Tim medis dari Puskesmas Muntok akan melayani kick off di Graha Aparatur, sedangkan di tiga titik lainnya dilakukan tenaga kesehatan dari RSBT dan RSUD Sejiran Setason.

” Kami mohon dukungan dari bapak – bapak dan kawan – kawan semua agar acara ini berjalan lancar dan kami mengharap kawan – kawan di Puskesmas di meja kedua khususnya karena diantara kawan – kawan ini ada yang sudah banyak penyakitnya,” kata Ahmad.

Dia berharap semua yang hadir di Graha Aparatur seluruhnya bisa divaksin agar lebih memudahkan Kabupaten Bangka Barat dalam menghadapi serta menangani pandemi Covid-19.

Sementara itu, Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bangka Barat, Rozali membacakan sambutan Bupati mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan Covid-19, meskipun bukan satu – satunya, karena harus dibarengi penerapan prokes yang ketat untuk masing – masing individu.

Dia menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin Sinovac yang sudah melewati uji klinis ketat, mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan telah diuji pula di Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ).

Selain itu, efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ( KIPI ) vaksin Sinovac tergolong ringan.

” Tidak perlu ada yang perlu dikhawatirkan untuk vaksin Sinovac karena telah melalui uji klinis yang ketat. KIPI-nya ringan dan sudah di sertifikasi halal oleh MUI dan telah diuji pula di BPOM. Hal ini menjadi indikator utama dalam program keamanan vaksin. Saya menghimbau pelaksanaan vaksin ini wajib dengan cakupan 75 % masyarakat Bangka Barat, kecuali yang terkendala dengan penyakit penyertaan atau komorbid,” tandas Rozali. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: