Muntok — Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) Bangka Barat, Rosdjumiati memaparkan anggaran CSR dari sejumlah perusahaan untuk membiayai program beasiswa Akademi Komunitas Presiden ( AKP ) dalam RDP dengan anggota DPRD di Ruang Komisi I, Selasa ( 25/5 ) pagi.
Dia mengatakan, data tersebut didapat dari laporan pihak AKP, sedangkan Pemda Bangka Barat sama sekali tidak ikut campur tangan dalam pengelolaan dana tersebut.
Rosdjumiati memaparkan, total dana CSR yang ditransfer oleh sejumlah perusahaan ke rekening Yayasan Pendidikan Komunitas Presiden sebesar Rp. 509.500.000.
Rinciannya, dari PT. THEP sebesar Rp. 10 juta, PT. GSBL Rp. 20 juta, PT. Sawindo Rp. 50 juta, Bank Syariah Rp. 10 juta, Bank Sumsel Rp. 50 juta, PT. BPL Rp. 50 juta, PDAM Tirta Sejiran Setason Rp. 50 juta, Tower Bersama Rp. 20 juta, PT. ASDP Rp. 150 juta dan dari BRI Rp. 99.500.000.
Menurut dia, berdasarkan sosialisasi yang AKP lakukan, satu orang siswa membutuhkan Rp. 10 juta untuk biaya selama pendidikan. Dana sebesar Rp. Rp. 509.500.000 yang dikirimkan sebenarnya masih kurang, karena 88 orang siswa membutuhkan dana Rp. 880 juta.
” Saya kurang tahu bagaimana mereka ( AKP ) mengelola dananya ini karena kita tidak bertanya dan tidak ikut langsung, jadi kita memang tidak ikut campur dalam pengelolaan dana mereka,” imbuhnya.
Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bangka Barat, Rozali menambahkan, dana yang sudah digunakan oleh AKP berdasarkan laporan mereka ke pihak Pemda yaitu sebesar Rp. 469.972.152.
Dari total dana sebesar Rp. 509.500.000 tersebut, telah digunakan untuk biaya makan siswa dan Cyber Training Centre periode 23 Sep 2019 – 21 Mei 2020 sebesar Rp. 443.130.000. Psychotest, sesuai fasilitas, training magang Rp. 13.124.000. Uang saku 4 siswa yang double periode April di perusahaan milik Korea sebesar Rp. 13.718.152.
” Totalnya Rp. 469.972.152. Saldonya Rp. 39.527.844. Ini berdasarkan laporan mereka,” terang Rozali. ( SK )






























