Harpandi: Karena Media dan Diskominfo, KPU Tidak Yatim Piatu

Muntok — Senada dengan Ketua KPU Bangka Barat Pardi, Divisi Teknis Penyelenggara, Harpandi juga mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya kepada media dan Dinas Komunikasi dan Informatika ( Diskominfo ) yang telah berperan aktif mengawal jalannya Pilkada 2020.

Menurutnya, dengan peran aktif tersebut,
KPU tidak menjadi yatim piatu atau bekerja sendiri dalam setiap tahapan, karena ada media dan Diskominfo yang menjadi orang tuanya.

” Dalam rangka untuk mengentaskan kemiskinan informasi yang kadang – kadang kurang lewat medsos, kita juga sering di tag oleh kawan – kawan Diskominfo dan media dalam setiap tahapan walaupun itu lewat facebook yang lebih dominan, karena di twitter dan instagram lebih banyak posting foto – foto pencitraan ya,” ujar Harpandi dalam acara Jumpa Pers di Cafe Katiga, Muntok, Selasa ( 26/1/2021 ) sore.

” Jadi disini kami mengucapkan terima kasih kepada Kominfo dan media yang telah ikhlas mengawal setiap tahapan,” sambungnya.

Dia tidak menampik masih terdapat kekurangan – kekurangan dalam setiap tahapan Pilkada 2020 lalu. Namun pihaknya menilai, dalam pemberitaan di media tidak ditemui hal – hal negatif yang menyudutkan KPU. Padahal sebut Harpandi, pihaknya membutuhkan kritik membangun agar penyelenggaraan Pilkada bisa dilakukan lebih baik lagi

” Kami tidak tahu juga apa karena KPU ini sudah paripurna dalam melaksanakan setiap tahapan, atau rasa tidak enak ( sungkan ) kawan – kawan media. Tapi pada intinya KPU tidak anti kritik, kami sangat luwes dalam menginformasikan. Jangan sampai kami melayang karena pujian, kami juga butuh kritik untuk memajukan setiap tahapan – tahapan,” ungkapnya.

Dia berharap pada event – event selanjutnya, khususnya apabila Pemilihan Gubernur dan Wakil dapat dilaksanakan di tahun 2022 mendatang, media dan Diskominfo akan selalu bersama KPU memberikan dukungan.

” Kami minta pada Pilgub nanti tetap setia temani kami dan jangan lepaskan kami sendirian dalam menghadapinya. Kami juga butuh support serta dukungan karena kalau KPU sendiri menginformasikan kepada masyarakat sangat terbatas,” pungkas Harpandi. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: