Guna Hindari Buaya, BPBD Himbau Masyarakat Tidak Aktivitas di Sungai Butun

BANGKA BARAT — Tewasnya seorang pencari udang bernama Jaka ( 65 ) akibat diterkam buaya di sungai di Dusun Pisang, atau Sungai Butun, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa menarik perhatian banyak pihak.

Menurut Kepala BPBD Bangka Barat Bastomi, konflik buaya dengan manusia hingga menelan korban jiwa di Sungai Butun, Desa Tugang, baru pertama kali terjadi.

Hal ini dikaitkan dengan musim kawin buaya serta masuknya musim hujan di wilayah Bangka Barat di akhir tahun 2024.

Bastomi mengatakan, memasuki musim penghujan biasanya menjadi masa kawin dan bertelur buaya. Maka hal ini
perlu diwaspadai. Sebab, dalam kondisi ini buaya biasanya menjadi lebih sensitif, agresif atau mudah menyerang dan pada situasi seperti ini konflik antara buaya dan manusia rawan terjadi.

“Menurut masyarakat situ sekarang ini buaya lagi ganas-ganasnya. Jadi kita mengimbau, agar nelayan tidak mencari udang di daerah itu. Jangan dulu turun karena rawan sekali,” kata Bastomi, Kamis ( 21/11/2024 ).

Hilangnya Jaka di Sungai Butun membuat Tim SAR gabungan, termasuk anggota BPBD Bangka Barat ikut terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Dapat dipastikan Sungai Butun merupakan habitat buaya, karena kata Bastomi anggotanya menemukan lebih dari satu reptil predator itu di lokasi tersebut, saat sedang mencari Jaka.

“Teman-teman kemarin turun ada lima buaya melalui sinar lampu, saat mereka mencari di Sungai Butun, dengan ukurannya beraneka ragam. Jadi kami mengimbau ke masyarakat nelayan jangan mencari udang dan ikan di aliran sungai itu sementara waktu. Ini untuk menghindari tindakan yang dapat mengundang kedatangan buaya,” imbaunya.

Selain itu Bastomi menyarankan agar masyarakat setempat tidak beraktivitas di Sungai Butun, tidak memelihara ternak di atas atau tepi sungai dan tidak membuang bangkai binatang atau sampah ke sungai.

“Karena menurut masyarakat di situ kondisi buaya saat musim-musim ini agak rawan atau ganas di daerah itu,” ujar Bastomi. ( SK)




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *