Gagal Menyalip, Seorang Remaja Putri Tewas Tergilas Fuso

Simpang Teritip — Remaja putri berinisial PR ( 18 ), hanya bisa bersimpuh sambil menangis di dekat jenazah temannya, NA ( 17 ) yang terkapar di aspal akibat tergilas truk Fuso bermuatan wortel, usai lakalantas maut di ruas jalan Pangkalpinang – Muntok, tepatnya di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Selasa ( 1/3 ).

Jenazah remaja putri malang tersebut ditutupi kain batik. NA meninggal dunia di TKP dalam lakalantas yang melibatkan tiga kendaraan tersebut. Sontak kejadian itu menarik perhatian pengguna jalan serta warga setempat.

Menurut para saksi di TKP, peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada pukul 06.50 WIB. Dua pelajar, PR dan NA, keduanya warga Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, hendak berangkat sekolah ke SMAN 1 Simpang Teritip mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol BN 5300 DZ.

Sepeda motor yang dikemudikan PR itu melaju dari arah Pangkalpinang menuju Muntok. Namun saat hendak menyalip mobil Honda Brio Nopol BN 1962 QB di depannya, sepeda motor mereka menyenggol bagian belakang mobil berwarna merah tersebut.

Detik selanjutnya, akibat senggolan tersebut PR kehilangan kendali, sepeda motornya pun oleng dan mereka terjatuh ke jalan. Di saat yang sama muncul truk Fuso bermuatan wortel yang dikemudikan Robi tidak dapat menghindar dan menggilas tubuh NA.

” Korban itu mau motong mobil tapi tau – taunya kesenggol, lalu terpelanting ke tengah. Mobil dari Muntok langsung aja, tadi ada dua orang jadi satu meninggal dunia satunya selamat,” ujar saksi mata di TKP, Dirman (70).

Di lain pihak, Eko Rialdi sang pengemudi Brio saat ditemui di Polsek Simpang Teritip mengaku dirinya sudah menyalakan lampu sign sebelum masuk tikungan, sebab di depannya ada kendaraan lain, apalagi di ruas jalan tersebut memang dilarang untuk mendahului.

“Jadi kondisi di depan itu ada mobil lalu kondisinya tikungan, saya sudah kasih lampu sign, tiba – tiba di belakang ada nabrak liat spion ada yang jatuh. Untuk jalannya kan itu tikungan garis lurus, jadi udah otomatis nggak boleh nyusul,” ucap Eko Rialdi.

Sementara itu berdasarkan pengakuan Sahlan, pengemudi Fuso, ia tidak sempat lagi menghindar karena tubuh NA sudah masuk ke kolong truknya sehingga gadis malang itu pun tergilas roda belakang.

” Nggak tahu, jadi pas masuk tikungan, sudah masuk ke kolong jadi kena ban belakang, nggak sempat menghindari lagi lah, kalau dia keliatan dari depan mungkin bisa lah kita langsung rem tapi ini nggak keliatan,” ujarnya.

Saat ini dua pengemudi truk Fuso, Eko Rialdi dan Sahlan diamankan di Polsek Simpang Teritip. Sedangkan jenazah NA sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *