Forum PUSPA Babar Diharapkan Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Muntok ( Radio Duta ) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP2KBP3A )
Kabupaten Bangka Barat membentuk forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( PUSPA ) di Ruang Rapat DP2KBP3A di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Bangka Barat Desa Daya Baru, Muntok, Selasa ( 10/7/2018 ).

Forum PUSPA Bangka Barat adalah yang kedua setelah sebelumnya di tahun 2017 lalu forum yang sama dibentuk di Pangkalpinang, tepatnya di Kelurahan Lontong Pancur.

Menurut Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bangka Barat, Ismail, selama ini forum untuk anak dan perempuan yang benar-benar fokus diwilayahnya belum ada, sehingga pembentukan forum ini sangat penting.

” Kami harapkan dari pembentukan forum PUSPA ini bisa memberikan dampak yang baik bagi keluarga khususnya ibu dan anak,” harap Ismail.

Dilain pihak, Kabid PKHP Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wardiah menjelaskan, tujuan pembentukan forum ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.

Dia melanjutkan, ada tiga fokus yang dibidik dalam forum PUSPA ini, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan ekonomi. Dia juga mengungkapkan terpilihnya Bangka Barat sebagai daerah kedua dibentuknya Forum PUSPA.

” Kenapa Bangka Barat dipilih sebagai daerah tempat kedua berdirinya PUSPA, bahwa dari data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat, angka stunting sangat tinggi dibandingkan kabupaten-kabupaten lain yakni sekitar 610 kasus, dan itu tersebar di 10 desa, sehingga ini perlu menjadi perhatikan kita bersama,” jelas dia.

Dia menambahkan, dengan terbentuknya Forum PUSPA Bangka Barat ini akan menjadi wadah atau pusat dari organisasi-organisasi perempuan dan anak yang ada, apalagi anggotanya pun terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pejabat pemerintah, pekerja swasta, masyarakat umum dan sebagainya.

“Harapan kami dengan terbentuknya forum ini nantinya bisa mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, dan kesenjangan ekonomi di msayarakat,” pungkasnya. ( Red 2 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *