Dua Orang Tidak Bisa Divaksin karena Komorbid dan Penyintas Covid

Muntok — Polres, Kodim 0431/BB serta Pemkab Bangka Barat kembali menggelar vaksinasi massal bertajuk ” Gerai Vaksin TNI Polri ” di halaman Museum Timah Muntok, Selasa ( 24/8 ).

Vaksinasi kali ini bekerja sama dengan RSUD Sejiran Setason yang menurunkan dua tim medisnya serta Puskesmas Muntok yang mengutus satu tim.

Jumlah total tim medis sebanyak 30 orang, salah satunya dr. Khoirunnisa dari RSUD Sejiran Setason.

Menurut dr. Khoirunnisa atau lebih akrab disapa dr. Icha, dari 200 orang yang didata, terdapat 2 orang yang tidak bisa divaksin. Penyebabnya, kedua orang tersebut menderita komorbid atau penyakit penyerta, tensi darah tinggi dan penyintas Covid.

” Bagi orang yang punya komorbid disarankan untuk berobat dulu ke dokter ke Puskesmas atau faskes terdekat. Kalau seandainya komorbidnya itu perlu pelayanan atau obat dari dokter spesialis, nanti baru dirujuk ke RSUD atau RSBT untuk dapat surat layak atau tidak untuk divaksin,” jelas dr. Icha.

Dia mengatakan, kesadaran masyarakat Bangka Barat untuk divaksin sudah cukup baik, namun terkadang ada yang terpaksa ditunda karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

” Penyintas boleh divaksin tapi setelah tiga bulan dinyatakan negatif dari Covid,” jelasnya.

Fitri, seorang ibu rumah tangga warga Muntok mengaku, dirinya datang ke lokasi vaksinasi atas kesadaran sendiri karena ingin sehat. Dia baru disuntik dosis pertama. Sejauh ini ia belum merasakan efek samping apapun selain nyeri dilengan yang ditusuk jarum suntik.

” Ini vaksin pertama. Habis divaksin rasanya agak ngilu, tapi efek lain belum terasa, masih enak lah. Niat divaksin karena pengen sehat aja, kesadaran sendiri,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ghea, juga warga Muntok.

” Agak ngilu sedikit, belum terasa efek – efek lain. Divaksin ini karena mau sehat dan agak – agak takut juga sama Corona,” kata Ghea.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto yang memantau langsung pelaksanaan vaksinasi bersama Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa mengatakan, sejauh ini animo masyarakat untuk divaksin masih cukup tinggi.

Namun pihaknya memang belum mengumumkan secara massal terkait vaksinasi hari ini untuk menghindari terjadinya kerumunan.

” Kita lihat dulu lah bagaimana respon masyarakat, nanti kita atur lagi. Hari ini kita habiskan 200 dosis khusus untuk disini. Kita punya target 1.010 untuk seluruh Bangka Barat,” ujar Agus. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *