Dari Babak Belur, Cabang Syarhil, Fahmil dan Hadits Provinsi Babel di Tingkat Nasional Merangkak Naik

BANGKA BARAT — Hari keempat event MTQH ke XIV Provinsi Bangka Belitung cabang syarhil, fahmil Qur’an dan hadist telah memasuki babak final, yang digelar di Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat di Kecamatan Mentok, Senin ( 10/11/2025 ).

Setelah babak final rampung, para pemenang akan diumumkan pada acara penutupan MTQH yang akan digelar pada Selasa besok.

Koordinator Bidang Syarhil dan Hadist LPTQ Bangka Belitung Ustadz Endri Susyono mengatakan, di cabang fahmil Qur’an, prestasi Provinsi Bangka Belitung di ajang MTQH tingkat nasional mulai menunjukkan tren positif.

“Untuk Bangka Belitung alhamdulillah terakhir prestasi terbaik kita MTQ nasional di Padang, Sumatera Barat kita masuk tiga besar, jadi juara tiga nasional fahmil Qur’an dari 38 provinsi,” kata Endri kepada Portal Duta, di sela acara.

Sementara di cabang syarhil Qur’an prestasi terbaik Babel yakni masuk peringkat tujuh nasional.

“Dan untuk cabang hadits sementara tahun 2023, prestasi terbaik kita dari empat peserta dikirimkan untuk tingkat nasional, tiga orang berhasil mendapatkan juara harapan kedua, jadi juara lima tiga orang,” jelas dia.

Dia berharap tren positif beberapa tahun belakangan ini ke depan bisa dipertahankan. Pasalnya Bangka Belitung yang sering disingkat Babel ini sebelumnya selalu berada di peringkat buncit, sehingga Babel terkenal dengan julukan “babak belur”.

Namun dengan meningkatnya prestasi di beberapa tahun terakhir, sebutan Babel babak belur kata Endri sudah berubah menjadi Babel ” banyak belajar “.

“Sekarang Babel sudah banyak belajar sehingga terakhir di Kendari kemarin, kita sudah peringkat dua belas bahkan pernah masuk sepuluh besar,” katanya.

“Untuk tingkat MTQ kita sudah diperhitungkan oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.

Istilah banyak belajar tersebut menurut dia memang dilakukan dengan strategi pembinaan yang lebih efisien dan di situlah kunci suksesnya.

LPTQ Provinsi Babel mengambil langkah kebijakan mengurangi umur dua tahun dari usia tingkat nasional. Tujuannya guna memperpanjang durasi pembinaan bagi peserta.

“Pembinaan hampir setahun bahkan ada yang dua tahun itu merupakan tren positif berimplikasi pada meningkatnya prestasi peserta Bangka Belitung di event nasional,” tutup Endri. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *