Buku ” Penuntutan Dengan Hati Nurani “, Kasus Kecil Tak Seharusnya Disidang

Muntok — Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne, S.H., M.H., menulis sebuah buku berjudul ” Penuntutan Dengan Hati Nurani “. Buku ini dibedah bersamaan dengan acara peringatan Hari Pers Nasional ( HPN ) ke – 75 yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Rabu ( 10/2/2021 ) pagi.

Buku yang ia tulis memuat tentang Restorative Justice, program dari Kejaksaan Agung untuk masyarakat kecil yang tersandung masalah hukum, dimana dalam perkara tersebut kerugian dibawah Rp. 2,5 juta dan hukuman yang tidak lebih dari 5 tahun.

” Kemudian korban atau pelaku dua – duanya masyarakat kecil. Diharapkan tidak perlu lagi disidangkan karena tidak layak,” Helena dalam acara bedah buku Penuntutan Dengan Hati Nurani, Rabu ( 10/2 ).

Helena memaparkan, ia menulis buku tersebut setelah mencermati fenomena masalah perkara pidana umum yang pernah terjadi, diantaranya kasus ibu – ibu mencuri buah coklat, pencurian kayu yang tergolong kasus kecil tapi tetap dipidana. Atau seorang mantri kesehatan yang dipidana karena memberikan obat kepada pasiennya.

” Padahal memang posisi mantri itu jauh dari pusat kota. Dengan adanya manteri itu maka di desa itu bisa terbantu. Atas dasar itu kemudian Pak Jaksa Agung juga sudah bilang tuntutlah dengan hati nurani, jangan kita nuntut masyarakat kecil,” paparnya.

Sebab kata dia, beban biaya perkara bila kasus seperti itu diproses akan lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkan.

” Perkara yang kerugiannya hanya 100 atau 200 ribu atau di bawah 2 setengah juta. Biayanya sebenarnya lebih dari itu, kita pemberkasan, kita juga minta penyidik melengkapi dan sebagainya, kemudian kita bersidang. Itu biayanya lebih dari 100, 200 ribu atau 2 setengah juta,” tukasnya.

” Nah kenapa kok kita nggak bisa memberikan restorative justice atau pemulihan dari keadilan kepada masyarakat kecil? Sehingga mereka bisa merasakan, karena saya terdesak, saya terhimpit ekonominya, tolonglah saya dibantu,” sambung Helena. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: