BANGKA — Program Pengembangan Kelompok Pengelola Pupuk FABA Desa Air Anyir yang digagas oleh PT PLN
Nusantara Power Services Unit PLTU Bangka bersama Komunitas Bangka Environment Creative Activist of “Kawa” (BECAK Babel) mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Program ini terdiri dari Musyawarah Fasilitasi Pembentukan Kelembagaan Kelompok, Pembangunan Rumah Olah FABA, dan Pelatihan Masyarakat Pembuatan Media Pembenahan Tanah dan Pupuk FABA.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa
( BPD ) Imam Kamaludin menyampaikan apresiasinya kepada PLN NPS PLTU Bangka dan Komunitas BECAK BABEL yang telah menyelenggarakan program ini,
“Alhamdulillah, acara ini sangat baik sekali ya, untuk membantu masyarakat. Kami bersyukur ada perusahaan di Air Anyir dan LSM Lokal yang sangat peduli dengan Desa kami,” ucap Imam, Kamis ( 17/4/2025 ).
“Banyak sekali kegiatan yang sudah dilakukan salam ini termasuk kegiatan hari ini. Ini sangat menarik, karena memanfaatkan limbah PLTU yang belum banyak dikelola untuk dijadikan pupuk dan media tanam, ” sambungnya.
Dia berharap masyarakat dapat mengambil ilmu dan wawasan yang banyak serta dapat mempraktekannya untuk meningkatkan kualitas pertanian.
Imam menilai program ini sangat tepat sasaran karena pesertanya memang petani-petani desa yang sangat memerlukan literasi dan pendampingan.
“Harapan kami semoga PLN NPS PLTU Bangka terus berkenan menjalankan program ini secara jangka panjang dan BECAK Babel tetap mendampingi masyarakat kami,” tutup Imam.
Dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung Deni Pratama menerangkan, pemanfaatan FABA sebagai amelioran ( media pembenah tanah) dan pupuk organik merupakan salah satu inovasi yang sangat baik untuk masyarakat Desa Air Anyir.
Karena FABA ini adalah limbah PLTU yang jika diolah lebih lanjut dengan perlakukan tertentu dapat memebantu meningkatkan PH tanah yang pada dasarnya tanah di Pulau Bangka ini cendrung bersifat asam / PH rendah.
Penelitian dan kajian FABA PLTU Air Anyir sudah ada dan beberapa sedang dijalankan, namun ke depannya harus terus dikembangkan mengingat FABA ini dihasilkan setiap harinya.
“Program sangat bagus, peserta pelatihannya banyak dan sangat antusias mengikuti pelatihan. Ini kali pertama kami, dari Prodi Agroteknologi Univesitas Bangka Belitung dilibatkan dalam pemberdayaan masyarakat Desa Air Anyir,” kata Deni Pratama.
Menurut dia yang lebih menarik, program ini dibawa langsung oleh PLTU Bangka dan diselenggarakan oleh komunitas BECAK Babel yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“In Syaa Allah ke depannya kami siap terlibat membantu pengembangan program ini dan mendampingi kelompok Olah FABA ini,” cetus dia.
Sementara itu, Agung Eko Surya selalu Assistan Manager Operasional dan Pemeliharaan PT PLN NPS PLTU Bangka berharap program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Air Anyir, khususnya para petani yang memerlukan pupuk untuk meningkatkan kualitas pertanian.
“Ke depan, jika sudah lancar dan baik produksinya oleh kelompok, kita akan berikan apresiasi secara bertahap untuk meningkatkan produktivitas, penelitian, pengemasan, hingga pemasaran. Termasuk sarana penunjang seperti mesin-mesin jika diperlukan,” kata Eko. ( Riyanda )
BPD Air Anyir dan Dosen UBB Apresiasi Program Amelioran FABA PLTU Bangka






























